Balas Pernyataan Fadli Zon, Tjahjo Kumolo: Siapa Mengancam Siapa?

Fadli meminta Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, untuk tidak mengancam akan menarik diri dari pembahasan apabila usulan penggunaan sistem

Balas Pernyataan Fadli Zon, Tjahjo Kumolo: Siapa Mengancam Siapa?
Tribun Bali/Istimewa
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membalas pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Seperti diketahui,Fadli meminta Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, untuk tidak mengancam akan menarik diri dari pembahasan apabila usulan penggunaan sistem presidensial treshold yang lama tidak disetujui.

"Fadli Zon dan Gerindra marah tidak suka saya mengancam, yang mengancam siapa? Siapa mengancam siapa?" tanya Tjahjo melalui pesan singkat, Minggu (18/6/2017).

 
Tjahjo menuturkan saat itu dirinya ditanya bagaimana opsi pemerintah terkait lima point krusial RUU Pemilu bila tidak ada kata sepakat.

"Saya jawab, pemerintah yakin semangat musyawarah pemerintah dan pansus. Kalau sampai tidak bisa musyawarah di Pansus ya dibawa ke paripurna untuk pengambilan keputusan," kata Tjahjo.

Tjahjo lalu ditanya bila terjadi deadlock dalam pengambilan keputusan. "Ya kembali ke UU yang lama. Demikian pertanyaan pers yang saya jawab," kata Tjahjo.

Sebelumnya diberitakan, Wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon yakin pembahasan RUU Pemilu akan rampung. Akan tercapai kesepakatan antara pemerintah dan DPR mengenai seluruh topik pembahasan.

"Jadi setelah lebaran (rampung)sehingga memberikan waktu lagi untuk musyawarah mufakat," kata Fadli Zon di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat, (16/6/2017).

Termasuk menurut Fadli, lima topik yang kini pembahasannya masih alot, salah satunya soal presidensial Treshold. Ia yakin secara bertahap akan tercapai kesepakatan dari ke lima topik tersebut.

"Jadi tinggal lima item aja dari sekian puluh topik yang tadinya menjadi perdebatan sekarang tinggal lima, mengerucut. Dari lima itu kemudian bisa tinggal tiga, nanti bisa dua, (akhirnya) semua. Berilah kesempatan untuk musyawarah mufakat, ' paparnya.

Oleh karena itu Fadli meminta Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, untuk tidak mengancam akan menarik diri dari pembahasan apabila usulan penggunaan sistem presidensial Treshold yang lama tidak disetujui.

Apalagi kemudian menyimpulkan jika pemerintah menarik diri maka sistem presidensial Treshold lama yang akan digunakan. (*)

Berita ini sudah dipublikasikan di Tribunnews.com pada Minggu (18/6/2017) dengan judul: Tanggapi Fadli Zon, Mendagri: Yang Mengancam Siapa?

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved