Berita Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Imbau Beli Produk UMKM untuk Suguhan Lebaran
Anas mengatakan, dirinya juga sudah membeli sejumlah produk makanan dan minuman dari UMKM Banyuwangi yang akan dijadikan untuk suguhan Lebaran bagi
TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan masyarakat untuk membeli produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna suguhan Lebaran.
Hal ini diharapkan bisa ikut meningkatkan pendapatan UMKM.
”Selain bermakna religi, Lebaran juga merupakan momentum ekonomi. Hampir semua orang berbelanja untuk menyiapkan suguhan bagi tamu yang bersilaturahim ke rumahnya. Ada makanan-makanan ringan. Nah, belilah suguhan itu di UMKM lokal kita. Bayangkan jika setiap rumah menyuguhkan produk UMKM, nilai ekonominya sangat besar dalam membantu UMKM,” kata Anas, Rabu (21/6/2017).
Anas mengatakan, dirinya juga sudah membeli sejumlah produk makanan dan minuman dari UMKM Banyuwangi yang akan dijadikan untuk suguhan Lebaran bagi warga yang datang bertamu ke rumahnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Anas akan berlebaran di tempat masa kecilnya di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
”Saya sudah beli beberapa produk. Ada kacang, keripik jamur, keripik buah naga, bagiak, klemben, bolu, dan beberapa lagi untuk suguhan Lebaran,” ujar Anas.
Anas mengatakan, kini tak perlu lagi ragu mengonsumsi atau menyuguhkan produk UMKM.
”Justru sekarang ini tambah keren kalau kita konsumsi dan suguhkan produk UMKM. Karena semua trennya kan kembali ke produk lokal, karena di situ ada unsur pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat setempat,” kata bupati berusia 43 tahun tersebut.
Apalagi dari hasil pemantauan dinas terkait, semakin banyak UMKM di Banyuwangi yang melengkapi produknya dengan label kemasan, termasuk mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) di Dinas Kesehatan yang menandakan produk makanan-minuman itu sudah aman dan higienis.
Anas memaparkan, mengurus PIRT di Banyuwangi gratis dan mudah. UMKM pemohon anya perlu mengisi formulir pendaftaran di Dinas Kesehatan dengan membawa copy kartu identitas, foto, label makanan, dan contoh sampel makanan dan minuman.
”Setelah mendaftar nanti diberi penyuluhan keamanan pangan, diedukasi cara produksi makanan-minuman yang baik, tambahan pangan apa saja yang diperbolehkan, dan sejenisnya yang terkait aspek kesehatan. Setelah itu PIRT keluar, dan bisa ditempelkan di produk UMKM, sehingga konsumen semakin percaya dengan keamanan produk tersebut,” kata Anas. (haorrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/abdulah-azwar-anas2121_20170621_113054.jpg)