Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jelang Lebaran, Disperngan Banyuwangi Bagikan 1.500 Paket Sembako pada Nelayan Miskin

Menjelang lebaran Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Disperngan) Banyuwangi, membagikan paket sembako pada nelayan miskin, Rabu (21/6/2017).

Editor: imam rosidin
Surya
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko saat membagikan paket sembako pada nelayan miskin 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Menjelang lebaran Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Disperngan) Banyuwangi, membagikan paket sembako pada nelayan miskin, Rabu (21/6/2017).

Terdapat 1.500 paket sembako yang diberikan secara bertahap pada para nelayan, yang berada di sepanjang kawasan pantai. Seperti Sobo, Pakis, Muncar, dan lainnya.

"Paket sembako ini untuk nelayan yang kurang mampu. Agar mereka juga turut merasakan lebaran," kata Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko, usai menyerahkan paket sembako, di kantor Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi.

Paket sembako itu terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng satu liter‎, dua kilogram gula, dan lainnya.
"Nilainya memang tidak seberapa, yang penting ada semangat untuk berbagi," kata Yusuf.

Kepala ‎Disperngan Hary Cahyo Purnomo mengatakan, kali ini paket sembako yang diberikan sebanyak 450 paket. Sebelumnya, paket sembako telah diberikan di pada nelayan di Muncar.

"Pembagian sembako bagi keluarga nelayan ini, sebagai bentuk sambung rasa pemerintah daerah dan nelayan yang sempat mengalami paceklik ikan," kata Hary.

Selain paket sembako, untuk nelayan miskin juga mendapat binaan melalui Pokdadan (Kelompok Budidaya Ikan) Asuh Sesama Tebar Ikan, yang disingkat PASTI. Program PASTI ini untuk menjaga ketahanan pangan di Banyuwangi.

Melalui program ini menurut Hary, nelayan yang kurang mampu dibantu oleh nelayan yang sudah sukses. Ada tiga kelompok di progam PASTI ini. Yakni pemula, madya, dan profesional.

"Dengan program ini memunculkan kepedulian dari kelompok pengusaha ikan," kata Hary.

Dalam program PASTI ini, yang menjadi penekanan adalah budaya asuh sesama penebar ikan. Bagi anggota Pokdadan yang sudah sukses, bisa membantu untuk membina, mendidik, dan mengawal yang ingin memulai. (*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved