PPDB SMA di Bali

Pengumuman Jalur Lingkungan Lokal di SMAN 4 Denpasar Bermasalah, Orangtua Siswa Cari Perbekel

Ia menyebutkan, di antaranya anak dari Perbekel Tegal Harum dan keponakannya yang lokasi rumah berjarak 1,1 km dari SMAN 4 Denpasar.

Pengumuman Jalur Lingkungan Lokal di SMAN 4 Denpasar Bermasalah, Orangtua Siswa Cari Perbekel
Tribun Bali/Cisilia Agustina
Sejumlah calon siswa melihat pengumuman PPDB 2017/2018 di SMAN 4 Denpasar di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar, Sabtu (1/7/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengumuman final Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018 tingkat SMAN/SMKN di Bali, Sabtu (1/7/2017) terbukti memunculkan masalah.

Jalur lingkungan lokal mengacu pada sistem zonasi yang tertera pada Permendikbud No 17 Tahun 2017.

Baca: Saling Lempar, Sunarta Bantah Lakukan Perankingan Siswa dari Jalur Lingkungan SMAN 4 Denpasar

Baca: Orangtua Protes Hasil Pendaftaran Jalur Lingkungan Lokal SMAN 4 Denpasar, Lapor ke Ombudsman

Baca: Disdikpora Bali Minta Laporkan Secara Resmi Kejanggalan Jalur Lingkungan Lokal

Sekolah memiliki kuota 10 persen, sisanya jalur prestasi 20 persen, jalur miskin dan disabilitas 20 persen, serta jalur reguler 50 persen.

Eli Yanti, seorang ibu asal Denpasar Barat, protes bahwa anaknya yang mendaftar ke SMAN 4 Denpasar tidak lolos di jalur lingkungan lokal.

Padahal jarak dari rumahnya di Gunung Batok, Banjar Buana Merta, Desa Tegal Harum sekitar 200 meter dari SMAN 4 Denpasar.

Anaknya juga telah memenuhi syarat administrasi lainnya yakni KK (Kartu Keluarga) Denpasar.

"Keluhan tiang mengapa anak saya yang notabene jarak rumahnya lebih dekat dari sekolah tidak diterima di SMAN 4 sedangkan anak-anak yang notabene jaraknya lebih jauh itu yang diterima," ujar Eli kepada Tribun Bali.

Halaman
1234
Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved