Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek-nenek 71 Tahun, Ini Kata Mensos Khofifah

Kabar pernikahan antara Selamet Riyadi, remaja berusia 16 tahun dan Rohaya yang berusia 71 tahun di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, ak

Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek-nenek 71 Tahun, Ini Kata Mensos Khofifah
(Sriwijaya Post)
Selamat Riady dan Nenek Rohaya berfoto dengan Wartawan Sriwijaya Post 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar pernikahan antara Selamet Riyadi, remaja berusia 16 tahun dan Rohaya yang berusia 71 tahun di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akhirnya sampai ke Menteri Sosial, Khofifah Parawansa, juga.

Menanggapi hal itu, Mensos Khofifah mengingatkan, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tidak memperkenankan laki-laki usia 16 tahun untuk menikah.

"Indonesia masih menggunakan UU Nomor 1/1974. Ada prasyarat usia minimal untuk menikah. Kalau laki-laki usia minimal 18 tahun," tuturnya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya beredar kabar yang mengalami viral di media sosial tentang adanya pernikahan pasangan beda usia uang sangat jauh, yaitu antara Selamet Riyadi (16) dengan Rohaya (71), di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Menurut Khififah, perlu didalami apakah pernikahan kedua orang terpaut usia 55 tahun itu didaftarkan ke Kantor Urusan Agama.

"Kalau menikah dengan administrasi di KUA kok rasanya tidak, karena akan melanggar undang-undang," katanya.

Menurut dia, sejak tahun 2000 dirinya sudah mengusulkan berdasarkan wajib belajar 12 tahun atau lulus SMA maka seharusnya minimal usia menikah bagi perempuan 18-19 tahun dan sudah ber-KTP.

"Mestinya mereka juga sudah ber-KTP. KTP itu biasanya (diberikan) untuk mereka yang sudah berusia 17 tahun. Jadi sebetulnya ada beberapa hal di UU perkawinan yang memang sudah kurang relevan dengan kondisi saat ini," ujarnya. (*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved