Sempat Terjerat Kasus Narkoba, Warga Binaan Ini Bikin Karya Seni Mengagumkan Dari Koran Bekas

Warga binaan rutan Bangli yang terjerat kasus narkotika sejak tahun 2015 itulah pelopor pembuatan karya seni dari koran

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu warga binaan bernana Untung Aris Susanto menunjukkan hasil karyanya. Kapal pesiar ini dibuat hanya dalam waktu 6 hari 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebuah replika kapal pesiar berukuran 130 centimeter berdiri dengan gagahnya di sebuah meja dalam ruangan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Bangli.

Uniknya, kapal pesiar tersebut dibuat dari gulungan koran bekas dan dibuat oleh warga binaan rutan Bangli.

"Ini dia Pak Untung, yang membuat kapalnya," ucap Kapala Rutan Bangli, Diding Alpian saat ditemui pada hari Selasa (4/7).

Warga binaan rutan Bangli yang terjerat kasus narkotika sejak tahun 2015 itulah pelopor pembuatan karya seni dari koran.

Bahkan, pria bernama Untung Aris Susanto ini mengaku jika dirinya belajar secara otodidak. Bermula dari salah seorang temannya mengunjungi dirinya pada 6 bulan lalu.

"Bermula dari teman yang menceritakan jika disalah satu rutan yang lain, ada kerajinan pembuatan bokor dari gulungan koran. Setelah itu dia menantang saya untuk membuat kerajinan serupa, namun bukan bokor, melainkan kapal," ucapnya.

Merasa tertantang, berbekal gambar kapal yang diberikan temannya, Untung pun mencoba membuat kapal dengan gulungan koran. Setelah mencoba sedikit demi sedikit, akhirnya dia bisa membuat kapal pesiar.

"Hanya saja hasil pertama agak jelek, karena bentuk body kapal, serta detailnya kurang," ungkap pria asal Madura ini. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved