Wagub Bali “Ngaturang Bhakti” Serangkaian Pujawali di Pura Jati

Hal tersebut terlihat dari banyaknya krama yang mengikuti prosesi Mapepada yang bertujuan untuk menyucikan semua sarana upakara.

Wagub Bali “Ngaturang Bhakti” Serangkaian Pujawali di Pura Jati
Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengikuti ngaturang bhakti serangkaian karya pujawali di Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kintamani Bangli, Bali, Kamis (6/7/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta ngaturang bhakti serangkaian karya pujawali di Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Bangli, Bali, Kamis (6/7/2017).

Dalam kesempatan tersebut, wagub Sudikerta mengapresiasi semangat krama dalam melaksanakan pujawali.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya krama yang mengikuti prosesi Mapepada yang bertujuan untuk menyucikan semua sarana upakara yang akan dipersembahkan kepada Ida Bhatara.

Tak hanya itu, prosesi ini juga sekaligus untuk menyucikan alam semesta agar terhindar dari marabahaya.

Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Ketut Artika meminta kepada krama pengempon Pura Jati agar ikut menjaga kesucian dan kebersihan Pura.

Hal ini karena Pura merupakan tempat melaksanakan persembahyangan atau tempat pemujaan Tuhan.

“Saya mengapresiasi semangat umat dalam melaksanakan prosesi Pujawali ini. Prosesi ini sangat penting di dalam pujawali, sebagai proses penyucian sarana dan prasarana juga untuk menyucikan alam. Saya juga mengajak krama pangempon Pura Jati untuk ikut berpartisipasi menjaga kesucian dan kebersihan Pura kita ini,” ujar Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, pelaksanaan upacara merupakan bentuk rasa bhakti dan syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan, sehingga seyogyanya terus ditingkatkan oleh umat.

Lebih jauh, persembahan yadnya yang dihaturkan dalam bentuk banten, menurut Sudikerta, tidaklah harus mewah dan besar-besaran, namun harus lengkap sesuai tertuang dalam sastra agama, baik itu berisi pala bungkah, pala gantung, jajanan dan canang sesuai dengan peruntukannya.

Karya pujawali di Pura Jati sudah dimulai 2 Juli lalu dengan menggelar Tawur Balik Sumpah di Seked.

Dilanjutkan kemudian dengan mecaru di tepi segara Ulun Danu Batur, ngayat ke gunung dan Pura Jati pada 3 Juli.

Pada 5 Juli dilaksanakan prosesi Ida Bhatara katuran pesucian.

Selanjutnya pada 6 Juli berlangsung puncak karya dan pada 7 Juli dilaksanakan prosesi mewali ke Batur dan sorenya dilaksanakan upacara penyineban dilanjutkan dengan pujawali di Pura Batu Rupit.

Pada 8 Juli dilaksanakan pujawali di wewidangan Pura Puseh Desa Pekraman Batur, Pura Puseh Desa Bonyoh, Pura Puseh Desa Sengkaduan dan Pura Puseh Petak Cemeng Desa Selulung.

Pada 11 Juli Ida Bhatara di Pura Puseh katurang mesineb/ngeluhu. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved