Mobil APV Terjun ke Danau Batur

Dasar Danau Sangat Gelap Sulitkan Evakuasi Korban Kecelakaan di Danau Batur

Proses evakuasi korban yang tenggelam di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali dilanjutkan pada pukul 12.30 Wita dengan menurunkan 2 penyelam dari basa

Dasar Danau Sangat Gelap Sulitkan Evakuasi Korban Kecelakaan di Danau Batur
Intagram Dit Lantas Bali
Proses evakuasi korban di Danau Batur 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proses evakuasi korban kecelakaan mobil APV di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali dilanjutkan pada pukul 12.30 Wita dengan menurunkan 2 penyelam dari basarnas.

"Dari basarnas menerjunkan 4 orang penyelam yang dibagi menjadi dua orang dan dua sisanya sebagai back up," kata crew penyelam Basarnas Provinsi Bali, I Gede Wahyu.

Ia mengatakan jika dirinya sempat kesulitan saat evakuasi jenazah, sebab mobil APV tersebut berada di dasar danau. "Mobil tersebut berada di dasar danau, dengan posisi mobil miring," kata Wahyu.

Lanjut dia, kondisi mobil tersebut penyok dengan kaca pecah di sebelah kiri.

Mengenai evakuasi jenazah Rita Ningsih sendiri, Wahyu mengatakan evakuasinya dengan cara ditarik memanfaatkan kaca mobil yang pecah tersebut.

"Karena korban diduga masih berada di dalam mobil, evakuasi utamanya mengecek jenazah di mobil. Saat berada di dasar danau, kondisi didasar gelap, sehingga kami meraba-raba tubuh korban," ujarnya.

Usahanya tidak sia-sia, tubuh korban yang duduk di sebelah kiri mobil, akhirnya dapat ditemukan.

"kami menyelamatkan tubuh korban dengan cara ditarik dari kaca yang pecah itu, dan selanjutnya dipapah menuju permukaan," imbuhnya.

Wahyu menuturkan, saat dievakuasi, kondisi jenazah Rita Ningsih tidak terbelit save belt (sabuk pengaman).

Maka dari itu untuk mengevakuasi jenazah Rita dari dalam mobil cukup mudah.

Senada dengan Wahyu, saat evakuasi kedua, salah seorang crew penyelam bernama Kadek Perdana Yasa menuturkan jika di dasar danau sangat gelap.

Bahkan untuk melihat mobil dirinyan harus mengamati dari jarak dekat.

"Kegelapan di dasar danau berbeda dengan tadi pagi. Jika tadi pagi airnya berwarna hitam, sehingga cahaya senter masih bisa terlihat, sementara siang ini, bias cahaya matahari membuat air berwarna hijau, sehingga cahaya senter memantul dan membuat mata sakit," ucap pria yang telah 5 kali menyelam ini.

Hingga kini proses evakuasi masih berlanjut dengan melibatkan juga penyelam dari Polair Polda Bali. (*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved