Gede Pasek Suardika Beberkan Tekad Jika Ikut Bursa Pilgub Bali, Maka Ini Harus Diwujudkan!

Disinggung menyangkut hal ini, Pasek menuturkan, bahwa ikut bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) itu tidak bisa sembarangan.

Gede Pasek Suardika Beberkan Tekad Jika Ikut Bursa Pilgub Bali, Maka Ini Harus Diwujudkan!
Istimewa
Gede Pasek Suardika (GPS) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -‎ Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta dicalonkan oleh DPP Partai Golkar untuk melenggang di Pilkada Bali 2018 mendatang.

Disebut-sebut, orang nomor dua di Bali itu, menggandeng Senator Bali, Gede Pasek Suardika.

Disinggung menyangkut hal ini, Pasek menuturkan, bahwa ikut bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) itu tidak bisa sembarangan.

Apalagi, posisinya sekarang yang berada di Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Ia tidak ingin mengorbankan posisinya, karena harus maju Pilgub tapi kemudian tidak mewujudkan hak-hak rakyat.

"Kalau saya ikut bursa Pilgub, saya harus mundur dari DPD. Dan untuk itu tentu harus tegas pengorbanan saya tersebut," kata Pasek kepada Tribun Bali, Jumat (5/8/2017).

Pasek menegaskan, bahwa tidak soal posisi saja.

Namun, ia hanya mau berpasangan dengan calon yang secara tegas hitam di atas putih menyatakan tekad melakukan konservasi hutan mangrove.

Itu diwujudkan dengan menolak Reklamasi Teluk Benoa.

Kedua, harus ada ketegasan keberpihakan dalam menuntaskan kesenjangan di Bali Timur dan Bali Utara dengan Bali Selatan yang pertumbuhannya lebih pesat.

Termasuk juga menyikapi pertumbuhan yang mesti dikembangkan, ialah di kawasan Kintamani Bangli dengan persentase yang jelas di APBD.

"Jangan hanya statemen saja (di koran) menolak Reklamasi Teluk Benoa. Tapi harus jelas hitam di atas putih. Dan kesenjangan ekonomi juga mesti dientaskan. Karena, tertera berapa besaran di APBD untuk mengurangi kesenjangan tersebut," ungkapnya.

Pendek kata, sambung Pasek, ‎untuk apa maju Pilgub kalau tidak bisa benahi Bali dengan terukur dan jelas.

Kalau harus memilih, Mantan Politisi Partai Demokrat itu, mengaku ingin tetap di DPD RI di Jakarta.

"Kalau pulang, maka saya total harus untuk kepentingan masyarakat, khususnya yang selama ini termarginalkan (terpinggirkan)," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved