Penyakit Blast Merebak di Bangli saat Cuaca Ekstrem, Rentan Serang Tanaman Padi Usia 10 Hari

Penyakit Blast pada tanaman padi timbul akibat adanya sumber inokulum berupa rumput gajah yang menjadi tempat inang bagi jamur ini.

Penyakit Blast Merebak di Bangli saat Cuaca Ekstrem, Rentan Serang Tanaman Padi Usia 10 Hari
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli untuk turun langsung ke lapangan, memberikan pemahaman terkait penyakit Blast, Kamis (3/8/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Merebaknya penyakit blast pada tanaman padi di sejumlah subak di wilayah Kabupaten Bangli, Bali, memaksa Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli untuk turun langsung ke lapangan, Kamis (3/8/2017).

Disamping memberikan pemahaman terkait penyakit Blast, kedatangan beberapa pegawai dinas di subak tempek Jalan Bau, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, juga untuk memberikan sejumlah stimulan bagi petani.

Ditemui usai memberikan pemahaman terkait penyakit Blast, Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dinas PKP Bangli, I Wayan Sentana mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani terkait penyakit Blast ini.

Dijelaskan olehnya, penyakit Blast pada tanaman padi timbul akibat adanya sumber inokulum berupa rumput gajah yang menjadi tempat inang bagi jamur ini.

“Sumber utamanya adalah pada rumput gajah yang telah dewasa dan biasa tumbuh di dekat subak. Jamur tersebut utamanya tumbuh pada rumut gajah, sebelum akhirnya menyebar melalui irigasi air, hingga serangga,” jelasnya

Sentana mengatakan, Gejala penyakit blast ini biasanya diketahui ketika padi berusia 45 hingga 50 hari.

Bermula pada titik putih berbentuk belah ketupat yang terdapat pada daun padi, hingga akhirnya menyebar dan berubah menjadi kuning kecoklatan.

Namun, lanjut Sentana, tidak menutup kemungkinan penyakit blast ini dapat menyerang padi berusia 10 hari. 

Hal ini dipengaruhi faktor cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan yang membuat tanah menjadi lembab.

Sehingga penyebaran penyakit blast tidak membutuhkan waktu yang lama.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved