Laporkan Keponakan Tipu Jual Beli Tanah di Bali, Tante: Saya Menolak Upaya Perdamaian

Sidang kasus Ananta, akan segera digelar di PN Denpasar, maka Via meminta Majelis Hakim menghukum setimpal.

Laporkan Keponakan Tipu Jual Beli Tanah di Bali, Tante: Saya Menolak Upaya Perdamaian
Istimewa
Ilustrasi sidang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Via Ernawati mengaku sangat terpukul dengan kelakuan ‎I Putu Ananta Wijaya (37).

Ia ditipu untuk urusan jual beli tanah di Jalan Subak Dalem Denpasar oleh Ananta, yang tak lain keponakannya sendiri.

Sidang kasus Ananta, akan segera digelar di PN Denpasar, maka Via meminta Majelis Hakim menghukum setimpal.

Ia menolak upaya damai.‎

Via yang dikonfirmasi mengaku, banyak upaya bujuk rayu yang diterimanya untuk berdamai.

Ia menolak keras perdamaian, dengan maksud si ponakan akan melakukan pembayaran cicilan.

Ia tak lagi percaya, karena uang 1/2 Miliar atas pembelian tanah fiktif itu sudah bertahun-tahun tidak pernah dikembalikan.

"Saya cuma meminta Majelis Hakim berlaku adil. Ini banyak anggapan dan cara dari ponakan saya bahwa, sudah ada perdamaian. Saya tidak ingin berdamai. Karena pasti nanti saya ditipu lagi," ucapnya, Senin (7/8/2017) melalui sambungan selulernya.

Via menyatakan, kasus ini bermula ketika pada 2013 ia ingin membeli tanah di Bali.

Karena itu, ia mempercayakan kepada ponakannya karena juga bekerja di kantor Notaris ternama di Bali.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved