Terenyuh, Ini Permintaan Terakhir Bocah yang Tewas Dicabik-cabik Pitbull di Malang

Saat itu ia melihat tubuh Sasa tidak lagi bergerak berada tak jauh dari tubuh anjing

Terenyuh, Ini Permintaan Terakhir Bocah yang Tewas Dicabik-cabik Pitbull di Malang
Facebook/Komunitas Peduli Malang (Asli Malang)/ Dadang Depe
Bocah kecil tewas digigit anjing Pitbull di Malang. 

TRIBUN-BALI.COM, MALANG - Ramisya Bazighah, bocah delapan tahun yang tinggal di kawasan Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, meninggal dunia usai digigit anjing jenis Pitbull milik keluarganya, Minggu (6/8/2017) sore.

Beberapa saat ditemukan bersimbah darah di halaman rumahnya, bocah kelas 2 SD itu meminta dibelikan sesuatu ke neneknya.

Hal ini diungkapkan Titin Utaminingsih, tetangga korban yang juga Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut Titin, Siang hari, sebelum peristiwa nahas itu, Sasa berbelanja di Malang Olimpic Garden (MOG) bersama nenek dan pamannya.

Saat itu, ia mengetahui kalau Sasa berbelanja jilbab baru.

“Katanya saat berbelanja, dia minta jilbab baru untuk dipakai. Apakah itu semacam firasat ya, “ ujar Titin saat dihubungi Surya.

Sekitar pukul 14.30 WIB, mereka pulang berbelanja.

Neneknya, Sri Hartatik langsung mengingatkan untuk segera salat bersama.

"Lalu neneknya dan Sasa salat bersama mengejar waktu Dhuhur,” terangnya.

Sesaat kemudian, setelah salat, Sasa langsung bermain di teras rumahnya, tak jauh dari kandang 'Sapi', nama pitbull milik keluarganya.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved