Wow, Harga Gorden Rumah Bos First Travel Rp 700 Juta, Hanya Gorden Loh

Gorden tersebut menghiasi bagian jendela dalam ruang tamu dan beberapa ruang lainnya di rumah Andika-Anniesa di Sentul City

Wow, Harga Gorden Rumah Bos First Travel Rp 700 Juta, Hanya Gorden Loh
Istimewa/Tribunnews.com
Kain gorden berharga ratusan juta rupiah di rumah bos First Travel di Sentul City. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA  - Rumah mewah milik bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan di Sentul City, Bogo,, Jawa Barat, yang ditaksir seharga Rp 30 miliar oleh pemiliknya, mirip istana.

Selain fasilitas mewah, rumah yang berdiri di atas lima kavling lahan cluster itu dihiasi gorden seharga Rp 700 juta. Lalu, seperti apa bentuk gorden ratusan juta tersebut.

Berdasarkan foto yang diperoleh Tribun, gorden tersebut menghiasi bagian jendela dalam ruang tamu dan beberapa ruang lainnya di rumah Andika-Anniesa di Sentul City.

Warna gorden didominasi cokelat keemasan, yang diapit tiang warna keemasan. Gorden utama berada di pintu masuk.

Diberitakan sebelumnya, seorang sumber Tribun yang sempat ditemui di sekitar lokasi menyebutkan, rumah bos First Travel itu dilengkapi fasilitas mewah.

Ia mengaku pernah sekali menginjakkan kaki kedalam rumah tersebut saat proses pembangunan berlangsung pada 2014 lalu.

Saat itu, ia melihat kolam renang luas dan mewah di halaman belakang rumah tersebut. Seluruh lantai rumah tersebut berlapiskan marmer yang berukuran cukup besar.

"Lantainya saja pakai marmer yang lebar-lebar banget, saya pernah masuk sekali dulu banget," ungkap lelaki berkepala plontos yang enggan disebutkan namanya itu.

Ia pun pernah menanyakan langsung kepada orang yang membuatkan gorden di rumah tersebut. Ia kaget saat mendengar harga gorden rumah yang mencapai Rp 700 juta.

"Gila kan, harga gordennya saja Rp 700 juta, itu di luar harga jendelanya," ujar dia.

Di sisi lain, saat memandang bagian depan rumah dengan lampu model gantung mewah seperti halnya istana, semakin mempertegas kemegahan rumah tersebut.

Menurutnya, Andika mengkonsep sendiri rumah mewah itu, dari yang semula hanya berupa kavling kosong. "Pembangunannya memakan waktu sekitar setahun lebih," ujarnya.

Kini, Andika-Anniesa tak lagi bisa tinggal dan menikmati rumah mewah bak istananya itu. Pasutri tersebut ditangkap dan ditahan atas kasus penipuan dan penggelepan disertai Tindan Pidana Pencucian Uang (TPPU), terkait penyelenggaraan umrah First Travel miliknya.

Kini, keduanya menginap di hotel prodeo Rutan Bareskrim Polri di Mapolda Metro Jaya. Aksi dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Andika-Annies setidaknya telah merugikan 58.682 calon jemaah.

Mereka gagal berangkat ke Tanah Suci meski sudah menyetorkan uang untuk paket umrah murah Rp 14,3 juta, plus biaya tambahan Rp2,5 juta per orang. Total kerugian jemaah mencapai Rp 848.700.100.000.

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved