BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT, NTB Sosialisasi JKN-KIS di STIKOM Denpasar

BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT dan NTB, mengadakan sosialisasi dalam bentuk kuliah terbuka kepada mahasiswa STMIK Denpasar

BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT, NTB Sosialisasi JKN-KIS di STIKOM Denpasar
Istimewa
Suasana Sosialisasi JKN-KIS di STIKOM Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejalan dengan visi mencapai Universal Health Coverage/kepesertaan semesta di tahun 2019, dan untuk optimalisasi rekrutmen peserta, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui program pendaftaran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif dengan target rekrutmen adalah mahasiswa perguruan tinggi.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, berperan sebagai penggerak perubahan (agent of change), adalah aset bangsa dan berperan sangat penting dalam penyampaian informasi program-program pemerintah, sehingga sangat diperlukan pemahaman informasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Bali, NTT dan NTB, mengadakan sosialisasi dalam bentuk kuliah terbuka kepada mahasiswa STMIK Denpasar yang disampaikan oleh Brand Ambassador, Ade Rai.

Dalam kegiatan ini, Ade Rai mengimbau masyarakat terutama kepada mahasiswa, sebagai generasi muda untuk selalu menjaga kesehatan.

“Menjalankan pola hidup sehat, agar dapat berperan sebagai pahlawan bagi sesama,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Senin (28/8/2017).

Sebab sebagaimana diketahui, Program JKN-KIS merupakan program pemerintah yang harus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Program ini memiliki prinsip gotong royong, maka keiikutsertaan setiap warga negara adalah wajib.

“Mahasiswa diharapkan dapat memberi contoh kepada masyarakat dalam hal partisipasi kepesertaan JKN-KIS. Mahasiswa adalah generasi muda, yang rata-rata masih memiliki tubuh sehat. Jika seluruh mahasiswa telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, maka mereka akan menjadi pahlawan bagi orang lain yang sakit atau golongan usia lanjut yang sebagian besar memiliki penyakit dan memerlukan pengobatan secara rutin. Karena prinsip dari gotong royong dalam Program JKN-KIS adalah iuran peserta yang sehat dipakai untuk membiayai peserta yang sakit,” jelas Assisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi Kedwil Bali, NTT, dan NTB, Triwidhi Hastuti Puspitasari.

BPJS Kesehatan dan Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Perluasan Kepesertaan Program JKN-KIS di Perguruan Tinggi, di mana MoU ini merupakan landasan perguruan tinggi dan BPJS Kesehatan, untuk melakukan kerjsasama dengan ruang lingkup optimalisasi komunikasi, informasi, dan edukasi, dalam pelaksanaan Program JKN-KIS di Perguruan Tinggi.

Perluasan Kepesertaan Program JKN-KIS di Perguruan TInggi, serta Kerjasama lain yang disepakati oleh BPJS Kesehatan dan Perguruan Tinggi. Dari data kepesertaan, untuk wilayah Bali, Nusa tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Per 14 Agustus 2017, tercatat 10.325.153 jiwa penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Dengan adanya kegiatan sosialiasasi bersama Brand Ambassador di Kampus STMIK STIKOM Denpasar ini, diharapkan BPJS Kesehatan dapat terus bersinergi dengan Perguruan Tinggi sebagai motor penggerak keberhasilan program JKN-KIS dalam upaya peningkatan kepesertaan dari segmen PBPU Kolektif mahasiswa dan diperoleh pemahaman akan pentingnya sikap gotong royong sebagai bentuk partisipasi dan dukungan nyata dalam program JKN-KIS mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. (ask)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved