Flare Terbang Melesat ke Penonton, Satu Suporter Tewas

Kabar duka menerpa dunia sepak bola tanah air. Seorang suporter bernama Catur Yuliantono meninggal dunia setelah terkena flare

Flare Terbang Melesat ke Penonton, Satu Suporter Tewas
Kompas.com
Suporter Timnas Indonesia larut dalam kegembiraan usai Timnas Indonesia larut dalam kegembiraan usai Timnas Indonesia mengalahkan Brunei Darussalam di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Kabar duka menerpa dunia sepak bola tanah air. Seorang suporter bernama Catur Yuliantono meninggal dunia setelah terkena flare (kembang api) pada pertandingan antara tim nasional (timnas) Indonesia dan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9) petang.

Pria berusia 32 tahun tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat terkena kembang api yang dilontarkan di dalam stadion.  

Kabar itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dalam sesi jumpa pers dadakan selepas pertandingan. Tisha mengatakan, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga di Kota Bekasi.

Kejadian tragis itu berawal dari meledaknya kembang api yang dilepaskan oleh suporter Indonesia dari tribun (tempat penonton) di bagian selatan Stadion Patriot ketika pertandingan baru saja selesai.

Kembang api yang baru disulut itu tidak mengarah ke atas, tapi bergerak mendatar menuju ke tribun timur, tempat korban berada.

Kata Tisha, korban datang ke Stadion Patriot bersama dengan keluarganya dan memesan tiket di tribun timur. Korban yang lahir pada 18 Juli 1985 itu tinggal di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.

”Sepak bola kita menghadapi ujian. Pada menit akhir, tadi ada insiden kembang api yang diterbangkan. Itu sangat fatal. Petasan itu dari tribun selatan ke tribun timur," kata Tisha.

”(Luka yang diderita) Ini sangat berat. Hal itu mengakibatkan korban meninggal dunia," tutur Ratu Tisha menambahkan.

Menurut Ratu Tisha, PSSI sangat prihatin atas meninggalnya suporter Indonesia itu, apalagi setelah Boaz Solossa dkk bermain imbang melawan Fiji dalam laga uji coba tersebut.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab ini. Jenazah korban sekarang ada di RS Mitra Keluarga Kota Bekasi. PSSI bertanggung jawab sepenuhnya sampai nanti pemakaman," ujar Tisha yang terlihat matanya berkaca-kaca.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved