Kisah Anak SD di Bangli yang Pakai Sepatu Rusak dan Menganga

Di tengah segala keterbatasan ekonomi keluarganya, bocah berumur 11 tahun ini tak pernah menyerah untuk bisa mengecap pendidikan.

Kisah Anak SD di Bangli yang Pakai Sepatu Rusak dan Menganga
Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury
SEPATU MENGANGA - Wayan Arimbawa menunjukkan sepatu miliknya yang telah menganga di rumahnya di Banjar Pulasari Kanginan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Senin (4/9) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - WAYAN Arimbawa, anak pertama dari pasangan Nengah Runti (alm) dan Ni Ketut Mawi, memiliki semangat besar untuk bersekolah.

Di tengah segala keterbatasan ekonomi keluarganya, bocah berumur 11 tahun ini tak pernah menyerah untuk bisa mengecap pendidikan.

ARIMBAWA tampak sedang bermain bersama adik kandung dan anjing peliharaannya di rumahnya yang sangat sederhana di Banjar Pulasari Kanginan, Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli, Senin (4/9/2017) siang.

Saat itu bocah lugu ini baru saja pulang dari sekolah.

Meski Arimbawa kini sudah menginjak umur 11 tahun, dia masih duduk di kelas III Sekolah Dasar (SD).

"Ini disebabkan dia pernah mengalami kecelakaan tertimpa kayu beberapa tahun silam, sehingga terpaksa tidak bersekolah beberapa tahun,” ujar sang ibu, Ni Ketut Mawi.

Keinginan Arimbawa untuk bersekolah kembali tumbuh setelah adiknya yang bernama I Made Aringenu (9) mulai masuk sekolah dasar, sehingga kini keduanya sama-sama duduk di kelas III SD.

Namun karena kondisi ekonomi yang tergolong kurang, Mawi yang menjadi orangtua tunggal tak mampu membelikan perlengkapan sekolah kedua anaknya layaknya teman-teman sekolahnya.

Untuk sepatu saja, Arimbawa masih menggunakan sepatu lama yang kini kondisinya sudah tidak layak. Bagian depan sepatunya sudah menganga dan terpaksa harus disulam menggunakan peniti.

Halaman
123
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved