Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Suami Istri Asal Karangasem Tinggal di Gubuk Reyot

Di tengah kebun salak di Banjar Tukad Saba, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali hidup sepasang suami istri miskin yang serba kekurangan

Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Suami Istri Asal Karangasem Tinggal di Gubuk Reyot
TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM
Ni Wayan Suki (65) dan Wayan Suwindera (70) terlihat duduk bersama digubuknya di Banjar Dinas Tukad Saba, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Senin (4/9). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Di tengah kebun salak di Banjar Tukad Saba, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali hidup sepasang suami istri miskin yang serba kekurangan.

Mereka tinggal di gubuk berukuran 6x3 meter. Kayu bakar, prabotan hingga rongsokan bertumpuk.

 Ni Wayan Suki (65) dan Wayan Suwindera (70), duduk bersama saat Tribun Bali mendatangi kediaman mereka, Senin (4/9/2017).

Di dalam gubuknya, kamar tidur dan dapur menjadi satu. Anyaman bambu yang sudah rapuh dijadikan dinding.

Sementara terpal serta seng bekas yang sudah berlubang digunakan sebagai atap. Tanah melapisi lantai gubuk itu.

Suki mengaku, ia tinggal di gubuk tersebut bersama suaminya sejak puluhan tahun lalu.

Saat saat musim hujan, air masuk ke kamar merembes dari celah dan lubang atap dan dinding. Namun, ia tak bisa berbuat banyak.

“Puluhan tahun kami  di gubuk ini setelah rumah di kampung roboh. Air masuk saat musim hujan. Malam hari tidur pakai damar sentir, tidak ada listrik,”kata Suki.

Pasutri yang dikaruniai empat anak tersebut juga kekurangan makanan setiap hari. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka harus meminjam uang.

Utangnya dibayar saat dapat upah memanen salak. Kadang mereka juga terpaksa memminta makanan ke tetangga.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved