Sebelum Dibawa ke Mabes Polri, Tersangka Pembakaran SD Sempat Mengadu ke Fadli Zon Soal Ini

Anggota Komisi III DPR RI ini akan mengorek informasi dari Mabes Polri tentang kasus tersebut.

Sebelum Dibawa ke Mabes Polri, Tersangka Pembakaran SD Sempat Mengadu ke Fadli Zon Soal Ini
Adiatmaputra Fajar
Sufmi Dasco Ahmad 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, dirinya akan mengkonfirmasi soal kasus yang menyeret anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yansen Binti, sebagai tersangka kasus pembakaran 7 sekolah dasar (SD) di Kalimantan Tengah.

Anggota Komisi III DPR RI ini akan mengorek informasi dari Mabes Polri tentang kasus tersebut.

Baca: Sindir Kinerja Pemerintah Soal Aksi Kemanusiaan Rohinghya, Fadli Zon: Jangan Normatif Saja!

Pasalnya, Yansen yang juga anggota DPRD Kalteng dari Partai Gerindra ini merasa difitnah.

"Hari ini kami baru mau cek ke Mabes Polri tentang masalah pembakaran karena yang bersangkutan sebelum dibawa ke Mabes Polri itu menghubungi Pak Fadli Zon, membicarakan kalau yang bersangkutan (Yansen) itu difitnah," kata Sufmi kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Sufmi menambahkan, Yansen menyebut saksi-saksi yang menjalani pemeriksaan di Polda Kalteng telah diarahkan untuk menyeret namanya dalam kasus pembakaran tujuh sekolah dasar. Padahal, Yansen merasa tak terlibat pembakaran.

"Dia merasa tidak bersalah. Karena itu kami akan coba cek kebenarannya di Bareskrim Mabes Polri," ujar Sufmi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah AKBP Pambudi Rahayu mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka berinisial YB dan IG.

"Ada dua orang yang kami tetapkan sebagai tersangka malam ini dalam kasus yang sama yakni YB dan IG. Keduanya telibat kasus yang sama," katanya.

Akibat perbuatannya YB dan IG, terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Baca: Di Bali, Fahri Hamzah Sebut Demo Aksi Rohinghya di Candi Borobudur Tidak Tepat

Namun, AKBP Pambudi tak menjelaskan secara rinci mengenai keterlibatan keduanya terkait kasus pembakaran itu.

"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap YB karena masih belum selesai pemeriksaanya oleh penyidik," katanya.

Tujuh sekolah dasar yang dibakar tersebut yakni:
1. SDN 1 Palangka, dibakar pada Selasa (4/7/2017) pukul 18.30 WIB
2. SDN 4 Menteng, dibakar pada Jumat (21/7/2017) pukul 12.30 WIB
3. SDN 4 Langkai, dibakar pada Jumat (21/7/2017) pukul 13.30 WIB
4. SDN 1 Langkai, dibakar pada Sabtu (22/7/2017) pukul 02.00 WIB
5. SDN 5 Langkai, dibakar pada Sabtu (22/7/2017) pukul 03.30 WIB
6. SDN 8 Palangka, dibakar pada Sabtu (29/7/2017) pukul 18.00 WIB
7. SDN 1 Menteng, dibakar pada Minggu (30/7/2017) pukul 03.25 WIB.

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved