Terjaring Razia Tawuran, Remaja Ini Minta Ampun Cium Kaki Sang Ibu dan Berjanji Tak Melakukan Lagi

Perempuan berkerudung itu pun tak kuasa menahan tangis. Dia mengatakan sangat kecewa terhadap tingkah buah hatinya.

Terjaring Razia Tawuran, Remaja Ini Minta Ampun Cium Kaki Sang Ibu dan Berjanji Tak Melakukan Lagi
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Zd (16) berlutut sambil mencium kedua punggung kaki ibunya di Mapolrestabes Semarang, Minggu (10/9/2017) pagi. TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Zd (16) berlutut sambil mencium kedua punggung kaki ibunya di Mapolrestabes Semarang, Minggu (10/9/2017) pagi.

Warga Udowo itu meminta permohonan maaf dari sang ibunda.

 
"Ibu, saya tadi ikut tawuran. Saya berjanji tidak akan mengulang," seru Zd sesenggukan.

Perempuan berkerudung itu pun tak kuasa menahan tangis.

Dia mengatakan sangat kecewa terhadap tingkah buah hatinya.

"Semalam saya tidak tidur. Saya cari Zd, tetapi tidak ketemu. Kok paginya dapat kabar Zd ikut tawuran," ujar sang ibunda ke polisi, sembari menyeka air mata.

"Ini terakhir ya Zd. Selanjutnya kamu tidak boleh mengendarai motor. Ingat terus janjimu ini ke ibu," pintanya ke Zd.

Mereka pun saling berpelukan, lalu berpamitan pulang kepada para personel Elang.

Diberitakan, Tim Elang Polrestabes Semarang menangkap tujuh remaja terlibat tawuran di Jalan Pandanaran, tepatnya sekitar kawasan Pekunden, Minggu (10/9/2017) pagi.

Tujuh remaja yang terlibat tawuran tiduran di area pejalan kaki kawasan Pandanaran, Minggu (10/9/2017) pagi. TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO (Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo)
Tujuh remaja yang terlibat tawuran tiduran di area pejalan kaki kawasan Pandanaran, Minggu (10/9/2017) pagi. TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO (Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo) (Tribun Jateng)

Gerombolan pemuda yang terlibat adu pukul di perempatan Pekunden pun membubarkan diri seketika tim Elang tiba di lokasi.

Beberapa remaja pun lari ke kampung Pekunden. Pengejaran pun berlangsung.

"Berhenti kamu woi! Berhenti!," teriak personel Elang di jalan Kampung Pekunden.

Aksi kejar-kejaran antara polisi dan remaja di dalam kampung pun menarik perhatian warga setempat.

Warga Pekunden pun keluar rumah, selanjutnya membantu polisi mengejar para remaja itu.

Tujuh orang remaja ditangkap. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved