Sapa Jemaah di Kolombia, Paus Fransiskus Alami Benturan Ringan Hingga Pelipis Terluka dan Berdarah

Paus Fransiskus (80) mengalami luka gores pada alis dan darah menodai jubahnya setelah wajahnya terbentur tiang jendela mobil

Sapa Jemaah di Kolombia, Paus Fransiskus Alami Benturan Ringan Hingga Pelipis Terluka dan Berdarah
Antara
Paus Fransiskus tersenyum selama pertemuan dengan Scholas Occurrentes, organisasi pendidikan yang didirikan oleh Paus, di Vatikan, Rabu (3/2). (REUTERS/Alessandro Bianch)

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Paus Fransiskus (80) mengalami luka gores pada alis dan darah menodai jubahnya setelah wajahnya terbentur tiang jendela mobil kepausan ketika ia melambaikan tangan ke arah ribuan umat Katolik yang menyambutnya di Kota Cartagena Kolombia.

Insiden itu terjadi saat rombongan pemimpin gereja Katolik sedunia itu melewati ribuan orang yang menyambut kedatangannya di Cartagena, Kolombia, Minggu (10/9). Selain terluka alisnya, tulang pipinya juga terlihat lebam.

Dalam rekaman video, mobil Paus dan rombongan bergerak pelan di antara massa di jalanan kota Cartagena. Paus asal Amerika Latin itu berdiri di atas kendaraan beratap terbuka dengan modifikasi khusus itu.

 
Namun secara mendadak mobil di depannya berhenti dan membuat kendaraan yang ditumpanginya juga direm mendadak sehingga Paus kehilangan keseimbangan.

Wajahnya terbentur tiang jendela mobil yang melukai alisnya. Darah memerciki jubah putihnya dan tulang pipinya tampak lebam.

Paus Fransiskus dan rombongan -- Dalam kunjungannya di Kota Cartagena Kolombia, Paus Fransiskus sempat mengalami insiden. Ia terbentur tiang jendela mobil kepausan yang ditumpanginya sehingga alisnya terluka dan darah terlihat menodai jubahnya. (breakingnews.co.id)
Paus Fransiskus dan rombongan -- Dalam kunjungannya di Kota Cartagena Kolombia, Paus Fransiskus sempat mengalami insiden. Ia terbentur tiang jendela mobil kepausan yang ditumpanginya sehingga alisnya terluka dan darah terlihat menodai jubahnya. (breakingnews.co.id) 

Pemimpin Tahta Suci Vatikan itu segera mendapatkan pertolongan pertama berupa es dan plester penutup luka.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama Paus Fransiskus tetap melanjutkan perjalanan. "Saya tertinju, (tapi) saya tidak apa-apa," kata Paus berseloroh di depan awak media.

Juru Bicara Vatikan, Greg Burke, mengatakan, Fransiskus hanya mengalami luka ringan. "Paus baik-baik saja. Dia terluka di tulang pipi dan kelopak matanya," kata Burke tentang tokoh yang pernyataan-pernyataannya kerap mencengangkan bahkan di kalangan Katolik sendiri itu.

Cartagena adalah kota terakhir dari kunjungan lima hari Paus asal Amerika Latin itu di Kolombia, setelah sebelumnya ke Bogota. Di Cartagena, Paus memimpin misa yang dihadiri 500 ribu orang.

Paus Fransiskus menggunakan kunjungannya untuk menyerukan perdamaian dan dihentikannya perang saudara di Kolombia.

Dia juga menyerukan pemerintah Kolombia untuk mengakhiri kekerasan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial yang memicu peperangan.

Dia juga menekankan dihentikannya perdagangan manusia yang merupakan jenis perbudakan di era modern.

"Di sini di Kolombia dan di seluruh dunia, jutaan orang masih diperjualbelikan sebagai budak. Mereka memohon kemanusiaan, kelembutan, atau kabur dari darat dan laut karena kehilangan semuanya, terlebih lagi martabat dan hak asasi," ujar Paus pada hari terakhir kunjungannya  ke empat kota di Kolombia.

Paus dijadwalkan kembali ke Roma pada Minggu malam waktu setempat, demikian AFP.

Editor: Ady Sucipto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved