Kemarau Panjang, Empat Ribu Hektare Lebih Sawah di Tabanan Terancam Kekeringan

Data yang dihimpun di Dinas Pertanian Tabanan, di Kecamatan Selemadeg memiliki luas lahan pertanian 1.850 hektare

Kemarau Panjang, Empat Ribu Hektare Lebih Sawah di Tabanan Terancam Kekeringan
Tribun Bali/Rizal Fanany
(Ilustrasi) Para Petani tengah mengambil air di sumur buatan di subak renon, Desa renon, jalan Tukad Balian, Denpasar. Senin (29/9/2014). Puluhan hektar lahan pertanian di daerah tersebut mengalami kekeringan akibat saluran irigasi mengering di musim kemarau ini sehingga setiap harinya para petani menggantungkan air dari sumur buatan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Memasuki musim kemarau ribuan hektare sawah di Kabupaten Tabanan terancam kekeringan. 4.141 hektar lahan sawah yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg setiap tahun selalu mengalami kekeringan jika memasuki musim kemarau.

Data yang dihimpun di Dinas Pertanian Tabanan, di Kecamatan Selemadeg memiliki luas lahan pertanian 1.850 hektare dan Kecamatan Selemadeg Timur 2.291 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana saat dikonfirmasi menyebutkan, Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur memang setiap tahun mengalami kekeringan.

"Selemadeg dan Selemadeg Timur memang menjadi dua kecamatan yag terancam kekeringan tahun ini," katanya, Jumat (15/9/2017).

Terkait dengan menanggulangi hal tersebut, Budana menyebutkan pihaknya belum memiliki solusi kongkrit karena memang sumber air untuk mengairi sawah di dua kecamatan itu tidak ada.

"Petani di sana saat musim hujan saja bisa menanam padi. Saat musim kering menanam palawija, " ujarnya.

Kepala UPT Pertanian Selemadeg, I Nyoman Suarka saat dikonfirmasi mengakui jika kekeringan sawah di wilayahnya bisa terjadi secara menyeluruh. "Saat musim kemarau bisa terjadi kekeringan secara menyeluruh, " ujarnya.

Ia menyebutkan, sawah yang ada saat ini di wilayah Selemadeg hanya mengandalkan air hujan, kendati tetap masuk dalam kelompok sawah irigasi. "Hanya mengandalkan air hujan saja," terangnya. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved