Biadab! Bocah Lima Tahun Diperkosa Kemudian Dibunuh dan Dibuang ke Sungai

Tim Buser Reskrim Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), berhasil mengungkap tewasnya balita usia lima tahu

Biadab! Bocah Lima Tahun Diperkosa Kemudian Dibunuh dan Dibuang ke Sungai
NET
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUN-BALI.COM - Tim Buser Reskrim Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), berhasil mengungkap tewasnya balita usia lima tahun, di Desa Matandoi Selatan Kecamatan Ponolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin (11/9/2017) pukul 09.15 Wita.

Kamis (14/9/2017), dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas menemukan titik terang misteri tewasnya bocah NP alias Bunga (5).

Informasi awal, polsek setempat menerima laporan bocah perempuan itu hanyut di sungai Desa Mantandoi dan ditemukan di tepi Sungai berdekatan dengan hutan mangrove dalam kondisi tak bernyawa.

Kemudian polisi mencurigai kematian korban tidak wajar, langsung ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pengembangan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Buser Polres Bolmong bersama kasat Reskrim mengitari areal hutan mangrove tepat di tepi sungai, mendengarkan keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti didapati korban meninggal tidak wajar.

"Korban meninggal bukan karena tenggelam, melainkan ada tindak pidana pembunuhan yang didahului dengan pemerkosaan," kata Lukas setibanya di Markas Polres Bolmong di Kotamobagu, Sulut, usai mengamankan pelaku di Desa Matandoi Bolsel.

Pelaku dugaan pembunuhan dan perkosa pria HM alias Hendra (26) warga Matandoi Selatan Kecamatan Pinolosian Induk Kabupaten Bolsel, dibekuk saat sedang tidur di kediamannya tanpa perlawanan, kemudian digelandang ke Mako Polres Bolmong.

Tim Buser reskrim Polres Bolmong bersama pelaku tiba di markas Polres Bolmong pukul 20.35 Wita, langsung menjebloskan pelaku ke sel.

"Kami akan memeriksa tersangka untuk keterangan lebih lanjut, karena kasus ini masuk ranah perlindungan anak," tuturnya.

Dari keterangan yang dihimpun, korban Bunga yang merupakan putri pasangan Manto Paputungan dan Litiva Paputungan, warga Desa Matandoi, keluar rumah Minggu (10/9/2017) sore.

Semalaman tak pulang, sehingga dilakukan pencarian namun nihil.

Keesokan harinya Senin (11/9/2017) pukul 09.00 Wita pagi ditemukan oleh kakak korban kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.(*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved