Pekerja Kapal Pesiar Asal Bali Beberkan Dampak Badai Irma, Sempat Menganggur
Terjangan badai Irma yang sangat dahsyat di wilayah Amerika Serikat dan kawasan Amerika Utara belum lama ini juga berdampak pada perjalanan kapal
Penulis: Komang Agus Ruspawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM - Setelah sempat "terkatung-katung" hampir seminggu akibat badai Irma, para pekerja kapal pesiar asal Bali kini sudah kembali bisa berlayar dengan normal.
Tamu-tamu sudah kembali memenuhi kapal pesiar tempat mereka bekerja untuk melakukan perjalanan wisata.
Baca: Kisah 7 Warga Bali Selamat dari Keganasan Badai Irma, Besok Dipulangkan ke Indonesia
Terjangan badai Irma yang sangat dahsyat di wilayah Amerika Serikat dan kawasan Amerika Utara belum lama ini juga berdampak pada perjalanan kapal pesiar.
Akibat badai berkecepatan 295 kilometer per jam itu, para tamu takut naik dan berwisata dengan kapal-kapal pesiar di kawasan Amerika.
I Komang Redanayasa dan I Ketut Mutiara adalah dua pekerja kapal pesiar asal Bali yang sempat merasakan dampak dari badai Irma.
Kru kapal Carnival Ecstasy ini harus menganggur saat tak ada tamu naik ke kapalnya.
Menurut penuturan Komang Redana, Minggu (17/9/2017), badai Irma sudah mulai terdeteksi pada 9 September 2017 saat berada di kawasan Charleston, Carolina Selatan.
Kapal pun memutuskan menurunkan seluruh tamu di kawasan tersebut.
"Sorenya langsung pergi dengan mengubah rute untuk menghindari badai Irma. Kapal kemudian diam di tengah laut yang dianggap aman. Seluruh kru ikut di atas kapal hampir selama enam hari tanpa tamu," ujarnya kepada Tribun Bali lewat saluran telepon tadi malam.
Setelah badai Irma berlalu, kapal kemudian kembali ke Charleston untuk menaikkan tamu.
"Sejak dua hari lalu sudah kembali berlayar dengan normal," kata pria asal Desa Kubu, Kabupaten Bangli, ini.
Saat ini, ia sudah berada di Bahamas, negara di Kepulauan Karibia, Florida, Amerika Serikat.
"Kondisi sekarang sudah tenang, tamu tak takut lagi naik kapal," tandasnya.
Selain kru Carnival Ecstasy, para kru kapal lain seperti Carnival Breeze, dan Carnival Paradise juga merasakan hal serupa.
Bahkan Carnival Breeze sempat tidak bisa bersandar akibat pelabuhan tergenang air. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/badai-irma_20170918_111640.jpg)