Breaking News:

Petani Menjerit, Harga Bunga Gumitir Merosot Tajam

Namun, di balik keindahan pemandangan tersebut, para petani setempat, khususnya petani bunga gumitir menjerit.

Tribun Bali
Wayan Arsana merawat bunga gumitir di sawah miliknya di Subak Belok, Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Rabu (20/9). Harga bunga gumitir saat ini merosot hingga lima kali lipat. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hamparan sawah di Subak Belok, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Bali menyajikan pemandangan yang indah.

Bahkan, sebagian hamparan sawah tersebut berwarna kuning yang dihiasi oleh bunga gumitir.

Namun, di balik keindahan pemandangan tersebut, para petani setempat, khususnya petani bunga gumitir menjerit.

Pasalnya, harga bunga gumitir belakangan ini anjlok. Dari harga normal Rp 10 ribu per kilogram merosot hingga hanya Rp 2 ribu saja, turun lima kali lipat. Padahal di musim hari raya bisa tembus hingga Rp 40 ribu per kilogramnya.

Seorang petani setempat, Wayan Arsana (36) mengaku bahwa harga bunga gumitir miliknya dibeli oleh tengkulak hanya Rp 2 ribu per kilogramnya.

Ia pun terpaksa menjualnya secara pajeg (massal) agar harganya tertolong. "Jauh sekali merosot harganya (bunga) sekarang, hanya dua ribu (per kilogram). Terpaksa saya pajeg atau dijual secara massal sehingga tidak terlalu merugi,” ungkap Arsana saat dijumpai di sawah miliknya, Rabu (20/9/2017).

Arsana melanjutkan, jika bunga dijual dengan harga yang ditentukan oleh tengkulak, akan sangat merugi. Bahkan sangat jauh dengan modal awal yang dikeluarkan.

“Ini luasnya 8 are, saya mendapat uang Rp 7 Juta. Jika dijual perkilo sangat rugi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tanaman yang mencapai empat kali masa panen itu memerlukan modal awal yang tidak sedikit.

Dia merinci bahwa untuk satu pohon bibit bunga gumitir harganya Rp 1.000. Sementara untuk luas 8 are akan membutuhkan ribuan pohon. “Belum lagi beli pupuknya, pokoknya modal awal lumayan banyak,” keluhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved