Breaking News:

Petani Menjerit, Harga Bunga Gumitir Merosot Tajam

Namun, di balik keindahan pemandangan tersebut, para petani setempat, khususnya petani bunga gumitir menjerit.

Tribun Bali
Wayan Arsana merawat bunga gumitir di sawah miliknya di Subak Belok, Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Rabu (20/9). Harga bunga gumitir saat ini merosot hingga lima kali lipat. 

Ditanya faktor apa yang mempengaruhi harga bunga gumitir saat ini merosot jauh, Arsana mengungkapkan, satu di antaranya karena saat ini banyak yang menanam bunga tersebut.

Sementara rerahinan hari raya, khususnya agama Hindu untuk dibuat banten cenderung jarang.

“Banyak faktor penyebabnya, salah satu kan banyak yang menanam sehingga tengkulak agak gampang memainkan harga,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, tengkulak kadang sangat berani memainkan harga saat membeli ke petani. Setelah mendapatkan barang dengan harga murah, tengkulak kemudian menjual dua kali lipat.

“Kadang tengkulak beli di sini dua ribu, kemudian di Denpasar atau Klungkung dijual dengan harga dua atau tiga kali lipat,” imbuhnya.

Arsana pun mengaharapkan perhatian pemerintah untuk lebih memperhatikan masalah distribusi bunga. Sehingga, tak ada lagi tengkulak yang bisa mempermainkan harga di kalangan petani.

Plt Kadis Pertanian dan Pangan Badung, Putu Oka Swadiana belum berhasil dikonfirmasi terkait permasalahan yang membelit petani bunga gumitir tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved