Gunung Agung Terkini
Banyak Pengungsi Gunung Agung Bawa Anaknya Tidur Di luar GOR, Saat Malam Kedinginan
Mengingat ratusan balita turut mengungsi, Kasta mengharapkan uluran bantuan agar semua kebutuhan balita di pengungsian bisa terpenuhi.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta memastikan kebutuhan makanan dan minuman untuk pengungsi di Kabupaten Klungkung, Bali sudah tercover.
Hanya saja, saat ini pihaknya masih mengalami kendala untuk memenuhi kebutuhan para balita di pengungsian.
"Kendala kami untuk saat ini adalah obat-obatan balita. Misalnya SUN, bubur bayi, dan sebagainya. Itu yang urgent," kata Kasta saat berkunjung ke Posko Pengungsian di GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Sabtu (23/9/2017).
Baca: Kepala Pusat PVMBG : Tahun 1963 Skala Erupsi Gunung Agung 10 Kali Dari Letusan Gunung Merapi
Baca: Dibalik Status Gunung Agung - Pria Ini Ambil Risiko Naik Ke Gunung Di Tengah Situasi Tak Menentu
Dari data yang dihimpun, jumlah warga Karangasem yang mengungsi di GOR Swecapura dan di tempat-tempat lain di Klungkung sudah mencapai 6.257 jiwa dari 1.342 kk.
Dari jumlah tersebut, 2.839 adalah laki-laki dan 2.839 adalah perempuan.
Dari jumlah itu, pengungsi yang tergolong balita sebanyak 390 jiwa dan yang tergolong lansia sebanyak 302.
Mengingat ratusan balita turut mengungsi, Kasta mengharapkan uluran bantuan agar semua kebutuhan balita di pengungsian bisa terpenuhi.
Sedangkan untuk kebutuhan makanan, menurut Kasta, sementara masih bisa tercover untuk 3000 orang.
Pun demikian untuk kebutuhan toilet dan air untuk MCK.
Menurutnya, sementara ini masih bisa untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi di GOR Swecapura.
"Jumlah toilet sudah kita masukkan di SMP 13, di sini ada 17, SD pagi 8 sementara mencukupilah untuk di GOR ini," katanya.
Selain kebutuhan obat, dan makanan untuk balita, adapun kebutuhan yang urgen untuk para pengungsi di Klungkung saat ini adalah selimut.
Sebab, masih banyak warga pengungsi yang bersama anak dan orang tua mereka tidur di luar GOR, sehingga mengaku kedinginan pada saat malam hari.
"Mohon kasih tahu, kami butuh selimut," kata Ketut Lasni, salah satu pengungsi yang tidur di luar GOR. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengungsi_20170923_170744.jpg)