Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gempa Susulan, Korban Tewas Capai 320 Orang, Terkuat Dalam 32 Tahun

Tempat-tempat ibadah sementara bermunculan di sebelah runtuhan-runtuhan semen dan besi-besi baja yang bengkok

Editor: Eviera Paramita Sandi
(AFP)
Gempa bumi di Meksiko pada 7 September (kiri) dan 19 September 

TRIBUN-BALI.COM, MEXICO -  Gempa susulan kembali mengguncang Mexico City, Minggu (24/9/2017) siang atau Senin (25/9/2017) dini hari WIB.

Gempa susulan terjadi pada saat jumlah korban tewas keseluruhan telah mencapai 320 orang.

Sebelumnya, gempa susulan pada Sabtu (23/9/2017) menewaskan dua orang lagi.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan, gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter itu berpusat di negara bagian Oaxaca, 360 kilometer tenggara ibu kota, yang masih belum pulih dari gempa 7,1 pada Selasa (19/9/2019) dan gempa 8,1 pada Kamis (7/9/2017).

Wali kota Mexico City, Miguel Angel Mancera, mengatakan, lebih dari 7.500 properti telah diperiksa, dan 87 persen dinyatakan aman, hanya memerlukan perbaikan kecil.

Tetapi itu berarti lebih dari 1.000 properti yang masih berdiri dianggap tidak bisa dihuni.

Jumlah itu kemungkinan naik setelah lebih banyak bangunan diperiksa.

Sementara itu, warga Meksiko memenuhi gereja pada Minggu (24/9/2017) untuk mendoakan korban gempa terkuat dalam 32 tahun yang mengguncang negara itu.

Tim SAR terus mencari korban selamat di antara puing-puing enam hari setelah gempa melanda Mexico City dan negara bagian sekitarnya.

Di Basilika Our Lady of Guadalupe yang megah di utara ibu kota, tempat suci nasional di negara dengan mayoritas pemeluk agama Katolik, ribuan orang berkumpul untuk berdoa.

"Saya datang meminta kekuatan kepada Tuhan untuk mereka yang kehilang orang-orang tercinta dan kepada Perawan Maria untuk mengawasi dan melindungi kami," kata Maria Gema Ortiz yang berusia 65 tahun.

"Terima kasih untuk semua yang sudah datang dari berbagai negara untuk membantu kami. Terima kasih kepada semuanya dan hidup Meksiko."

Tempat-tempat ibadah sementara bermunculan di sebelah runtuhan-runtuhan semen dan besi-besi baja yang bengkok dari gedung-gedung yang ambruk di negara yang sangat religius ini. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved