Gunung Agung Terkini

Siswa Pengungsian Gunung Agung Kini Bersekolah di Klungkung, Tanpa Seragam Dan Sepatu

Para siswa diantar oleh orang tua mereka ke sekolah yang telah ditentukan sehari sebelumnya.

Siswa Pengungsian Gunung Agung Kini Bersekolah di Klungkung, Tanpa Seragam Dan Sepatu
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Siswa pengungsian Gunung Agung sudah mulai mengikuti proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Klungkung, Bali, Senin (25/9/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Anak-anak sekolah asal Karangasem yang mengungsi di sejumlah Pos Pengungsian kini dapat bersekolah di Klungkung, Bali, Senin (25/9/2017).

Mereka untuk sementara dapat mengikuti proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Gelgel seperti SDN 1 Gelgel, SDN 2 Gelgel, SMPN 3 Semarapura, termasuk beberapa SMA di Kota Semarapura seperti SMA 1 dan 2 Semarapura, termasuk SMK N 1 Klungkung.

Pantauan Tribun Bali, siswa-siswi pengungsian tersebut sudah berkumpul di sekolah yang dituju sejak pukul 07.00 Wita.

Para siswa diantar oleh orang tua mereka ke sekolah yang telah ditentukan sehari sebelumnya. 

"Anak saya didaftarkan di SD N 1 Gelgel. Awalnya ragu-ragu, dan agak grogi anak saya untuk sekolah karena kan harus beradaptasi lagi dengan lingkungan dan teman baru. Setelah dibujuk dan ada temannya satu pengusian yang juga ikut, jadi anak saya mau sekolah di sini," Ujar pengungsi asal Banjar Griana Kauh, Desa Selat, I Ketut Lemot ketika ditemui saat mengantar anaknya sekolah di SDN 1 Gelgel. 

Tampak anak-anak pengungsi asal Karangasem yang tersebar di SDN 1 Gelgel dan SD N 2 Gelgel bersekolah menggunakan pakaian bebas dan hanya menggunakan alas kaki sandal jepit.

Sejumlah siswa pengungsian asal Karangasem dan siswa lokal tampak berbaur. Siswa pengungsian Gunung Agung sudah mulai mengikuti proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Klungkung, Senin (25/9)
Sejumlah siswa pengungsian asal Karangasem dan siswa lokal tampak berbaur. Siswa pengungsian Gunung Agung sudah mulai mengikuti proses belajar mengajar di sejumlah sekolah di Klungkung, Bali, Senin (25/9/2017) (Tribun Bali / Eka Mita Suputra)

Posisi diduk mereka telah ditentukan agar dapat berbaur dengan siswa lokal.

Mengawali pelajaran, mereka pun diajak untuk bernyanyi dan saling memperkenalkan diri. 

"Sebagai permulaan, kita biarkan anak-anak saudara kita asal Karangasem tersebut untuk beradaptasi dulu dan mengenal lingkungannya. Setelah saya pantau setiap kelas, mereka ternyata cepat akrab dengan teman-temanya. Inilah yang saya harapkan," Ujar Kepala Sekolah SD N 1 Gelgel, AA Istri Raka Kartini.

Siswa siswi yang mengungsi karena meningkatnya aktivitas Gunung Agung tersebut juga diberikan buku dan alat tulis geratis oleh pihak sekolah.

Sementara untuk buku pelajaran, mereka dipersilakan untuk sharing dengan teman-teman mereka.

"Buku pelajaran sedang kita upayakan. Saat ini yang penting mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru mereka dan dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik," Ungkap AA Raka Kartini. 

Berdasarkan data dari sekolah, di SD N 1 Gelgel terdapat sejumlah 109 siswa dari pengungsian yang tersebar dari kelas I hingga VI.

Sementara di SD 2 Gelgel terdapat 101 siswa pengungsian. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved