Ketua DPN Peradah Dilaporkan Balik Oleh Eggy Sudjana, Sures : ‘Saya Siap Maju Terus’
Menurutnya, Eggy menyatakan bahwa pemeluk agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Usai dilaporkan oleh Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), D. Sures Kumar akibat ucapan di dalam sebuah video yang menyebut, jika 'pemeluk agama selain Muslim itu bertentangan dengan Pancasila', Advokat Eggy Sudjana langsung melakukan pelaporan balik terhadap Sures dan beberapa orang lain.
Mengetahui, dirinya dilaporkan balik oleh Eggy, Sures Kumar mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Bahkan menurutnya, hal tersebut sudah diprediksi sebelumnya oleh pihaknya.
“Kita nggak masalah, kita sudah prediksi itu,” katanya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Rabu (10/11/2017).
Apalagi lanjutnya, apa yang dilakukan oleh dirinya merupakan bagian sebagai hak dari warga negara untuk menyuarakan kebenaran.
Bahkan, Sures sendiri mengaku siap untuk menghadapi laporan dari Eggy tersebut
“Karena yang kita lakukan bukan untuk pribadi, ini kan sesuai hukum dan norma universal. Karena ini bagian dari penegakkan hukum, kita nggak mau ada pemecah belah. Saya siap, maju terus” tegas Pria asal Medan ini.
Ketika ditanya mengenai laporan yang sempat dirubah pihaknya dari ujaran kebencian menjadi penistaan agama.
Sures mengaku usai berdiskusi dengan beberapa elemen yakni Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), Prajaniti, dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) memutuskan untuk perubahan tersebut.
“Kita awalnya yang melapor DPN Peradah saja, tapi akhirnya beberapa elemen ikut ada ICHI, Prajaniti, dan KMHDI sepakat untuk merubah pasal 156 A,” terangnya.
Menurutnya, Eggy menyatakan bahwa pemeluk agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila.
Hal ini berkaitan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Ormas.
Ia sangat terusik dengan adanya pernyataan itu.
Sebagai umat beragama, kata dia, kelompoknya berupaya menciptakan keharmonisan.
Demikian pula umat agama lainnya yang melebur dengan perbedaan yang ada.
"Tiba-tiba ada itu, kan gimana. Sangat menciptakan kegaduhan sosial di masyarakat," tukasnya.(gil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peradah_20171012_113941.jpg)