Berita Banyuwangi

Kampanye Konservasi Mangrove Bersama Nadine Chandrawinata di Teluk Pangpang Banyuwangi

Dulunya tempat ini merupakan lahan mangrove yang kemudian dialihfungsikan menjadi tambak-tambak.

Kampanye Konservasi Mangrove Bersama Nadine Chandrawinata di Teluk Pangpang Banyuwangi
Istimewa

TRIBUN-BALI.COM, SURYA - Anak-anak muda Banyuwangi yang digagas Seasoldier, melakukan kampanye konservasi mangrove, di Taman Kili-Kili, Telukpangpang, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, gerakan konservasi ini merupakan bentuk peningkatan kepedulian lingkungan.

Dengan mengajak generasi muda untuk ikut terlibat di dalamnya dan ikut menularkan ‘virus’ tersebut pada masyarakat sekitar.

"Pola pikir masyarakat kini telah berubah, mereka telah peduli pada lingkungan. Dampaknya bisa kita rasakan. Penanaman mangrove ini yang akan melindungi populasi ikan di perairan kita,” ujar Hary, Senin (16/10/2017).

Teluk Pangpang ini memiliki luasan 600 hektar.

Dulunya tempat ini merupakan lahan mangrove yang kemudian dialihfungsikan  menjadi tambak-tambak.

Itu terjadi pada tahun 1980-an. Ketika pengusaha tambak bangkrut , areal ini dibiarkan terbengkalai sehingga menjadi rusak.

Akhirnya muncullah sekelompok orang yang tergerak untuk mengembalikan lahan konservasi tersebut seperti sedia kala.

Sekelompok yang menamakan dirinya Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Bangkit Remaja Tegalpare (Baret), mulai membangun kembali tempat ini. ‎

Tempat ini pun dijadikan konservasi dan wisata mangrove Kili-Kili sejak Juli lalu.
Penanaman mangrove dilakukan mulai, Minggu (15/10/2017).

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved