Dharma Wacana

Sakralnya Gambelan di Bali Yang Dipercaya Bisa Mengusir Bhuta Kala

Apakah ini menunjukkan bahwa gambelan juga merupakan suatu bentuk manipestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa?

Istimewa untuk Tribun Bali
Pertunjukan gamelan baru kembali digelar di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Bali, Minggu (25/10/2015), pukul 19.00 Wita. 

TRIBUN-BALI.COM - Instrumen gambelan selalu hadir dalam setiap kegiatan upacara keagamaan Hindu di Bali.

Bahkan jenis gambelan yang dimainkan dalam satu ritual dengan ritual lainnya juga berbeda-beda.

Seperti, menggunakan instrumen gender dalam ritual metatah, baleganjur dalam ritual mecaru, hingga instrumen gambang dalam upacara-upacara besar Hindu di Bali.

Selain itu, banyak umat yang meyakini lantunan suara gender dalam ritual metatah dan pawiwahan, dapat mengusir Bhuta Kala yang ingin merusak jalannya upacara tersebut.

Saat Bhuta Kala mendengar nada gender, sifat buruknya menjadi lenyap, dan berubah dari pengganggu menjadi pembantu kelancaran upacara.

Apakah ini menunjukkan bahwa gambelan juga merupakan suatu bentuk manipestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa? Atau hanya sebuah upaya umat Hindu di Bali memberikan makna untuk instrumen gambelan?

Berbicara mengenai gambelan, hal ini tidak terlepas dari konsep Siwa,

“Siwam Satyam Sundaram,’’.

Artinya, agama tanpa seni menjadi kering.

Selain itu ada pepatah bijak mengatakan, melalui agama hidup ini terarah, dengan ilmu pengetahuan hidup ini menjadi mudah, dan dengan seni hidup ini menjadi indah.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved