Hari Raya Dipawali, Beberapa Layanan Publik di Denpasar Tutup

Surat edaran Gubernur Bali no 003.1/6919/BKD yang menyatakan hari ini merupakan hari libur fakultatif dalam rangka hari raya Dipawali.

Hari Raya Dipawali, Beberapa Layanan Publik di Denpasar Tutup
Net / Tribun Bali

TRIBUN-BALI.COM - Layanan administrasi kependudukan, perizinan, dan seluruh layanan publik lainnya di Graha Sewaka Dharma (GSD), Lumintang, Denpasar, Bali ditutup Rabu (18/10/2017).

Ini terkait dengan surat edaran Gubernur Bali no 003.1/6919/BKD yang menyatakan hari ini merupakan hari libur fakultatif dalam rangka hari raya Dipawali.

“Kami mengikuti surat edaran tersebut. Terkait pelayanan publik dikembalikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) masing-masing, mengingat ini adalah kali pertama Dipawali ditetapkan sebagai hari libur. Bagi umat yang merayakan, kami ucapkan selamat hari raya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Selasa (17/10/2017).

Selain layanan GSD, layanan Samsat di Renon juga tutup hari ini.

“Iya, kami tutup besok (hari ini, red),” kata Kepala Seksi PKB dan BNNKB UPT Samsat Bersama Denpasar, I Ketut Yasa Suarsana, kepada Tribun Bali.

Namun demikian, layanan kesehatan di RS Wangaya, dan seluruh puskesmas di Denpasar dikatakan masih tetap buka pada Rabu hari ini.

“Karena ini baru pertama kali, jadi kami mengambil kebijakan untuk tetap menghimbau puskesmas dan IGD buka seperti biasa, terlebih ketika masyarakat belum tersosialisasi dengan baik tentang kebijakan ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini.

Di Pemkab Badung, para pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) juga libur hari ini sebagai tindak lanjut surat edaran (SE) Gubernur Bali tentang libur fakultatif hari raya Dipawali.

"Iya sesuai SE, kami di lingkungan Pemkab Badung libur," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung, I Gede Wijaya, Selasa (17/10/2017).

Wijaya melanjutkan, libur fakultatif hari raya Dipawali ini memang baru pertama kali.

Karena hari libur Dipawali sudah menjadi keputusan Pemprov Bali, kata Wijaya, Pemkab Badung mengikuti saja keputusan tersebut. 

“Intinya kami akan mengikuti surat edaran yang berlaku, meskipun libur ini merupakan hal yang baru," tandas I Gede Wijaya yang mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika menjelaskan bahwa sekolah diberi kewenangan masing-masing untuk mengikuti surat edaran Gubernur Bali itu.

"Untuk sekolah yang mempunyai agenda atau kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan ya bisa dilanjutkan saja. Sedangkan sekolah yang mengambilnya sebagai hari libur ya juga dipersilakan," ujarnya.

"Sekarang tergantung kesepakatan saja, karena ini kan libur fakultatif," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved