Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Merinding, Mayat Perempuan Dengan Wajah Rusak Ditemukan Warga Belega Tersangkut di Sungai

Namun, saat mengorek-ngorek tumpukkan sampah di sungai sekitar pukul 12.30 Wita, wajahnya seketika pucat pasi. Sebab, benda yang ditemukan berupa

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/ I Wayan Eri Gunarta
EVAKUASI – Sejumlah petugas BPBD Gianyar mengevakuasi jenazah di Sungai Banjar Jasri, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (17/10). Mayat tersebut belum bisa diketahui identitasnya. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR –  Hujan deras mengguyur Banjar Jasri, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Selasa (17/10) dini hari. Hujan ini mengakibatkan aliran sungai Belega penuh dengan sampah kiriman.

Seorang warga, I Wayan Tantra (40) memanfaatkan mencari buah kelapa yang ikut hanyut.

Namun, saat mengorek-ngorek tumpukkan sampah di sungai sekitar pukul 12.30 Wita, wajahnya seketika pucat pasi. Sebab, benda yang ditemukan berupa kaki manusia.

Tantra langsung menghubungi Kepala Dusun Jasri, I Ketut Trisna.

Setelah itu, Trisna langsung menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar.

Proses evakuasi jenazah relatif sulit. Sebab jalan menuju sungai terjal dan masih berupa tanah merah. Lantaran sempat diguyur hujan, medan menjadi licin.

Pantauan Tribun Bali di lapangan, penemuan mayat tanpa identitas ini menarik perhatian warga.

Namun tidak ada satu warga yang mengenali mayat tersebut. Sebab kondisi mayat rusak dan wajahnya tidak bisa dikenali lagi.

Hal ini pula yang menyebabkan Tim Identifikasi Polres Gianyar tidak bisa mengidentifikasi sehingga mayat langsung dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Abdus Salim mengatakan, pihaknya tidak menemukan identitas korban.

Sementara ciri-ciri yang dikantongi pihaknya hanya, jenis kelamin perempuan dan tinggi sekitar 150 hingga 160 sentimeter (cm). Terkait jenis kulit, pihaknya memperkirakan berwarna putih.

“Kami hanya bisa memperkirakan, karena kondisinya sudah rusak. Tim Iden Polres Gianyar tidak bisa melakukan identifikasi karena kondisinya sudah rusak, harus menunggu kering dulu,” ujarnya.

“Selain itu, PMI juga tidak mau membawa jenazah ke RSUD Sanjiwani Gianyar, karena akan ditolak. Sebab selama ini, mayat yang sudah rusak tidak diterima di sana. Karenanya kami langsung bawa ke RSUP Sanglah. Karena itu kami belum mengetahui apakah korban jatuh ke sungai atau ada indikasi kriminal,” ucap Kompol Abdus.

Keluarga Diimbau Melapor

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Abdus Salim mengimbau agar masyarakat yang anggota keluarganya hilang, supaya melapor ke pihak Polsek Blahbatuh.

“Kalau memang ada sanak saudara yang hilang, silakan laporkan ke kami. Nanti kami antarkan melihat apakah jenazah itu sanak keluarganya,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved