Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kecelakaan Maut di Nusa Dua Renggut 2 Nyawa, di Hari yang Sama 1 Orang Tewas di Teuku Umar

Kecelakaan tersebut berawal dari Agus mengendarai sepeda motor Supranya datang dari arah Selatan menuju Utara.

Tayang:
Penulis: Hisyam Mudin | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Kompas.com
Ilustrasi mayat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Honda Supra DK 2683 CI yang dikendarai Agus Prayoga melaju dari selatan ke utara. Dari arah depan, Sugeng Nugroho (54) menyeberang jalan dengan motor Mio B 6374 TP, dan keduanya terlibat kecelakaan.

Di kilometer 33 ini kedua penunggang motor tersebut tewas.

Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Siligita, Depan Warung Padang, Simpang Baru Nusa Dua, Km 33, Kuta Selatan, pada Kamis (19/10/2017) pukul 21.15 Wita.

Kecelakaan tersebut berawal dari Agus mengendarai sepeda motor Supranya datang dari arah Selatan menuju Utara.

Sementara dari arah berlawanan datang sepeda motor Mio yang dikendarai Sugeng.

Setiba di TKP (tempat kejadian perkara), Sugeng yang mengendarai sepeda motornya tersebut hendak menyebrang jalan.

Seketika ia langsung terlibat tabrakan dengan sepeda motor Agus yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Akibat kecelakaan tersebut terjadi, Agus yang tinggal di Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran mengalami luka serius pada bagian kepala.

Agus didiagnosa mengalami cedera kepala berat (CKB) dan meninggal dunia di kilometer 33 tersebut.

Sementara Sugeng asal Kebon Pala, Jakarta Timur tersebut mengalami patah tulang pada kaki kanan, luka robek pada pelipis kanan dan pada bagian hidungnya juga keluar darah.

Sugeng didiagnosa mengalami cedera kepala berat (CKB) dan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di IGD RSUP Sanglah, Denpasar.

Kanit Laka Lantas Polresta Denpasar, Iptu Dhedy Ardi Putra mengatakan, peristiwa mengenaskan itu melibatkan antara dua sepeda motor. 

"Dua pengendara meninggal dunia, satu orang meninggal di TKP dan satu lagi sempat kritis dirawat di RS dan akhirnya meninggal," kata Iptu Dhedy Ardi Putra kepada Tribun Bali, Jumat (20/10/2017). 

Sementara itu, dihari yang sama juga terjadi tabrakan adu jangkrik di Jalan Raya Teuku Umar, tepatnya di depan shof and drive Km 4 Denpasar, Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 16.00 Wita.

Sebuah sepeda motor Yamaha NMX dengan nomor polisi DK 6358 AAC yang dikendarai Irkham terlibat tabrakan dengan sebuah Mobil Suzuki Fx-Over DK 854 JO yang dikemudi oleh Syekhoni (31) asal Lumajang.

Kala itu, Irkham yang beralamat di Jalan Kendedes Nomor 9 Denpasar Utara tersebut mengendarai sepeda motornya datang dari arah timur menuju barat.

Sementara Syekhoni mengendarai mobilnya datang dari arah berlawanan.

Setiba di lokasi, secara bersamaan keduanya langsung terlibat tabrakan.

Akibat kecelakaan tersebut, Irkham mengalami luka serius pada bagian dada dan meninggal dunia di lokasi. 

"Ketiga korban (Agus, Irkham dan Sugeng) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Irkham dan Agus tewas di TKP. Sementara Sugeng sempat dilarikan ke rumah sakit Surya Husada kemudian baru dirujuk ke sini (RS Sanglah) dan meninggal dunia di RS Sanglah, Jumat (20/10) sekitar pukul 00.30 wita. Jenazah Sugeng sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke Jakarta," ujar Kadek Ardika, Tim Pelayanan Asuransi Jasa Raharja Cabang Bali.

Tim Asuransi Datangi Sanglah

Mendengar kabar kecelakaan maut yang menyebabkan tewasnya tiga pengendara, Tim Pelayanan Asuransi Jasa Raharja Cabang Bali datangi RSUP Sanglah.

Tim mendata korban dan memberikan santunan kematian.

Kadek Ardika, Tim Pelayanan Asuransi Jasa Raharja Cabang Bali mengatakan, ketiga korban yang meninggal dunia langsung mendapat santunan dari asuransi Jasa Raharja.

"Ketiganya dapat santunan masing-masing sebesar Rp. 50 Juta. Jadi total ketiganya Rp 150 juta. Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris korban," ungkap Ardika kepada Tribun Bali, Jumat (20/10/2017) kemarin. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved