Citizen Journalism

Pribumi Dan Psikologi Orang Kalah

Seperti Jokowi pada 2014, Anies pun diyakini membidik kursi RI-1 pada 2019 setelah berhasil menduduki kursi DKI-1.

Pribumi Dan Psikologi Orang Kalah
(BIRO SETPRES / AGUS SUPARTO)
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo, berbincang bersama, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama istrinya Fery Farhati Ganis, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Istrinya Nur Asia seusai pelantikan Gubernur DKI Jakarta, di Istana Kepresidenan, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi akan memimpi Jakarta selama 5 tahun dari 2017-2022. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUN-BALI.COM- Berhasil di Amerika, sukses di Austria, dicoba di Indonesia.

Begitu dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017), Anies Baswedan langsung meluncurkan sentimen bernada rasis, melalui istilah “pribumi” dalam pidato inagurasinya.

Donald Trump berhasil meraih kursi Presiden AS dengan mengusung tema anti-imigran dan anti-Islam dalam kampanye Pilpres 2016.

Bahkan, taipan itu akan membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk membendung arus imigran, dan melarang muslim dari enam negara memasuki AS.

Sebastian Kurz, yang baru berumur 31 tahun, berhasil menjadi Kanselir Austria termuda setelah Partai Rakyat Austria (OVP) yang dipimpinnya memenangi pemilu parlemen Austria, Minggu (15/10/2017).

Kurz yang konservatif itu adalah sosok yang beraliran keras dalam isu imigrasi dan Islam. Bahkan tahun 2016 saat menjabat Menteri Luar Negeri, Kurz memerintahkan penutupan jalur Balkan yang kerap dipakai imigran memasuki Austria.

Mungkin terinspirasi kampanye Trump dan Kurz, bahkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (43) dan Presiden Perancis Emmanuel Macron (39) yang sama-sama beraliran konservatif, Anies (48) mencoba peruntungan di Indonesia.

Seperti Jokowi pada 2014, Anies pun diyakini membidik kursi RI-1 pada 2019 setelah berhasil menduduki kursi DKI-1.

Makanya, pidato perdananya sebagai gubernur bercita rasa capres (calon presiden).

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved