Breaking News:

Sponsored Content

Layanan Dokter Spesialis pada Baksos Prodi S3 FK UNUD, Pasien Membeludak!

Pelayanan ini diharapkan memberikan kontribusi yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu target

Istimewa
Tim Prodi Doktoral (S3) Ilmu Kedokteran angkatan 2017 FK UNUD 

TRIBUN-BALI.COM - Oktober yang digadang-gadang sebagai bagian dari perhelatan dunia untuk sebuah festival kematian (Halloween, Red) - yang pada umumnya dirayakan dengan ingar-bingar, namun tidak demikian bagi Program Studi Doktoral Ilmu Kedokteran FK Universitas Udayana yang memegang teguh filosofi “Tri Dharma” perguruan tinggi.

Sebuah persembahan dari anak terbaik bangsa pada umumnya dan pada khususnya peserta Program Studi Doktoral dalam sumbangsihnya mengabdi pada negara, mengabdi pada mereka yang membutuhkan dengan penuh kesederhanaan namun penuh arti.

Desa Penyabangan Gerogak Singaraja - Bali terpilih untuk dijadikan target pelayanan kesehatan dari para spesialis yang sedang menjalani masa pendidikan pada program studi tersebut.

Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyakarat lokal di sana adalah; konsultasi dan pemeriksaan dalam bidang kebidanan dan kandungan, ilmu bedah, fisioterapi, gigi dan mulut, pelayanan kesehatan saraf, pelayanan penyakit dalam, permasalahan kulit dan kelamin, pemeriksaan umum mata dan pembagian kaca mata baca, THT, kesehatan dan tumbuh kembang anak serta pengobatan umum.

Pelayanan ini diharapkan memberikan kontribusi yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu target dari Milenium Development Goals.

Setidaknya ada sebanyak 370 orang terdaftar sebagai pasien dalam kegiatan pelayanan kesehatan tersebut.

Kontribusi terbaik dari sumber daya manusia FK UNUD ini, hari itu tidak hanya terhenti pada kegiatan ini saja.

Melihat adanya antisipasi bahaya bencana Gunung Agung, maka disempatkan dilakukan pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan logistik, dengan menyambangi para pengungsi yang membutuhkan bantuan saat mereka jauh dari kediaman dan situasi sulit dalam pengungsiannya.

Mereka menyambangi camp pengungsian di kawasan Bedugul yaitu Kembang Mertha, di mana camp ini merupakan salah satu camp yang cukup padat pengungsinya dan merupakan salah satu titik pengungsian utama dari jalur aman bencana.

Maka banyak hal yang bersifat kebutuhan primer diperlukan bagi para pengungsi seperti sembako berupa beras, gula, teh, susu, perlengkapan mandi, mainan anak-anak dan perlengkapan bayi adalah beberapa hal yang dibawa oleh tim dari Prodi Doktoral (S3) Ilmu Kedokteran angkatan 2017 FK UNUD, untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mengungsi.

()

Acara yang dipromotori oleh DR. Dr. Bagus Komang Satriyasa, M Repro dan DR. Dr. Tjokorda G. B.  Mahadewa Sp. BS (K-Spine) selaku ketua dan sekretaris program studi Doktoral Ilmu Kedokteran ini, bekerja sama dengan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Bali yang dikoordinir oleh Bapak Eddy Wijaya selaku Koordinator TAGANA Unsur Rajawali sekaligus sebagai Kabid Pelmas BPD Bali dan NTB.

“Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat, yang memang rutin diadakan tiap tahun oleh Program Studi Doktoral (S3) Ilmu Kedokteran FK UNUD, yang kali ini merangkul kearifan lokal dari TAGANA mencoba memberikan yang terbaik untuk yang membutuhkan dan diharapkan masyarakat juga akan mendapatkan layanan yang bersifat promotif, preventif, dan kuratif secara komprehensif dan tentunya gratis.”, kata Ketua Pelaksana acara Baksos di sela-sela kesantunannya dalam melayani pemeriksaan kesehatan pada salah satu pasien yang sudah mengantri sejak pagi hari.

Kegiatan ini tentunya tidak hanya akan berakhir pada kali ini saja, tapi akan terus berkesinambungan sesuai dengan nafas dari Universitas Udayana dalam membentuk karakter bangsa menuju Indonesia yang mendunia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved