Aksi Nekad Anggota Brimob Tolong Korban Ledakan Gudang Petasan, Hingga Bobol Tembok Dengan Ini

Anggota Brimob dan warga kemudian berjalan tiarap melewati sebuah tanah kosong berumput tinggi yang terletak di sisi kanan pabrik.

Aksi Nekad Anggota Brimob Tolong Korban Ledakan Gudang Petasan, Hingga Bobol Tembok Dengan Ini
Alex Suban/Alex Suban
Puing-puing pabrik dan gudang petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi Desa Belimbing RT 20 / RW 10 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, setelah dilanda kebakaran, Kamis (26/10/2017). Puluhan karyawan pabrik ini tewas terbakar dalam peristiwa itu. Warta Kota/Alex Suban 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sebuah pabrik kembang api kawat di komplek pergudangan 99 jalan Raya SMP N 1 Kosambi, Kabupaten Tangerang terbakar pada Kamis pagi (26/10/2017).

Seorang anggota Brimob dari Polda Metro Jaya, Aiptu Armi menerangkan bahwa ia dan ratusan brimob lainnya baru selesai apel pagi di gedung serbaguna yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

 
Setelah ledakan pertama, ia dan anggota lainnya langsung melihat keluar gedung dan menemukan pabrik itu tengah mengepulkan asap.

Karena terdengar teriakan minta tolong, Armi menuturkan bahwa ia bersama warga langsung mendekati sisi kanan pabrik yang merupakan tanah kosong berumput cukup tinggi.

Ketika sampai di sisi kanan gedung tersebut, Armi bersama warga sempat berinisiatif untuk mencari tangga.

Karena terdengar teriakan banyak perempuan terus menerus diselingi beberapa kali ledakan, akhirnya Armi dan warga memutuskan untuk mencari martil besar milik warga.

Setelah hanya didapatkan sebuah martil berukuran besar dari warga, akhirnya martil tersebut digunakan untuk membobol tembok pabrik yang berada di sisi kanan.

Selain martil anggota Brimob beserta warga juga berinisiatif mencari benda keras lain seperti batu.

Di sisi kanan tembok pabrik berwarna abu-abu tampak empat lubang berdiameter seukuran ban sepeda motor.

"Awalnya kawan kawan dengar suara ledakan, nah setelah itu ada korban yang keluar pintu depan dan ada yang loncat dari pagar samping sebelah kanan. Nah, kawan-kawan punya inisiatif bawa tangga awalnya, cuma karena lambat jadi kawan-kawan cari palu, batu dan benda keras lainnya, buat ngancurin tembok yang sebelah kanan," ungkap Armi.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved