Bangun Underpass Ngurah Rai Nilai Harga Tanah Bikin Geleng-geleng Kepala, Pemkab Siapkan Dana Segini

Namun, harga tersebut masih belum menentu, mengingat belum ada persetujuan dan kesepakatan dengan pemilik lahan.

Bangun Underpass Ngurah Rai Nilai Harga Tanah Bikin Geleng-geleng Kepala, Pemkab Siapkan Dana Segini
TRIBUN BALI/EDI SUWIKNYO
BANGUN underpass - (Ilustrasi) Sejumlah kendaraan melintasi di kawasan sekitar Patung I Gusti Ngurah, untuk mengurangi kemacetan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, sudah mulai dikerjakan sejak beberapa hari lalu.

Namun, proses pembebasan lahan hingga saat ini masih terus berlangsung. Total luas lahan yang akan dibebaskan adalah 1.018 m2 dengan nilai taksiran harga (appraisal) tanah Rp 20 juta per m2.

Namun, harga tersebut masih belum menentu, mengingat belum ada persetujuan dan kesepakatan dengan pemilik lahan.

Menurut data yang ada, total luas lahan yang akan dibebaskan adalah 1.018 m2 dengan 16 bidang tanah dan 15 orang kepemilikan.

Nilai appraisal tanah Rp 20 juta per m2. Jika nilai tersebut disetujui, Pemkab Badung setidaknya akan menggelontorkan anggara Rp 20 miliar lebih untuk pembebasan lahan.

“Masih berproses terus, sudah ada nilai dari appraisal yakni Rp 20 per m2,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang badung, IB Surya Suamba, Kamis (26/10).

Apakah nilai tersebut tidak terlalu rendah? Surya Suamba menyatakan nilai tersebut berdasarkan nilai dari tim appraisal, sehingga selanjutnya akan ada pembasahan lagi dengan pemilik lahan.

“Selanjutnya akan ada proses penyerahan surat pernyataan setuju atau tidak kepada semua pemilik lahan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung memalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung memiliki tugas untuk proses pembebasan lahan pada proyek ini.

Pemkab Badung telah memasang anggaran Rp 85 miliar untuk proses pembebasan lahan pembangunan underpasss tersebut.

Anggaran tersebut sudah tercantum pada APBD Badung 2017 ini. Proyek underpass itu untuk mendukung pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia pada pertengahan tahun 2018.

Selain itu, pembangunan underpasss tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved