Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

MERINDING, Arwah Para Korban Kebakaran Datangi Keluarga Hingga Rasuki Warga, Bilang Kedinginan

Masyarakat bercerita mengenai hal-hal gaib yang membuat bulu kuduk merinding.

Editor: Ady Sucipto
(ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Personel Kepolisian Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017). Kebakaran yang diduga akibat dari ledakan salah satu tempat pembuatan kembang api yang baru beroperasi dua bulan ini menewaskan setidaknya 47 orang karyawan dan puluhan lainnya terluka bakar. 

TRIBUN-BALI.COM, TANGERANG - Tragedi maut kebakaran di pabrik kembang api, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10/2017) pekan lalu, menyisakan rasa pilu.

Peristiwa tersebut merenggut 49 korban jiwa. Mereka yang tewas merupakan buruh di pabrik itu.

Jasad mereka sulit dikenali lantaran terpanggang kobaran api.

 
Insiden yang mengerikan itu pun kini meninggalkan cerita mistis dari warga sekitar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Beni Benteng, Koordinator Keamanan Desa Cengklong, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Baca: Mengharukan, Sambil Gendong Bayinya Pria Ini Alami KDRT Oleh Istrinya, Sampai Dipukul Pakai Balok

Ia menjelaskan, pihaknya banyak mendapatkan laporan dari warga pasca-kejadian tersebut.

Masyarakat bercerita mengenai hal-hal gaib yang membuat bulu kuduk merinding.

"Banyak warga yang lapor ke aparat desa. Mereka mengaku kerasukan arwah para korban," ujar Beni saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (30/10/2017).

Anggota keluarga korban juga mengalami hal serupa. Mereka mengalami kesurupan.

Baca: Heboh, Polisi Tangkap Artis Cantik Safitri Crespi yang Kepergok Gunakan Sabu dan Ganja Bareng Pacar

"Banyak juga keluarganya yang didatangin dalam mimpi. Anaknya minta tolong. Warga yang kerasukan, katanya arwahnya bilang kedinginan karena belum diurusin," ungkap Beni.

Beni pun menampung laporan-laporan masyarakat itu, dan segera menindaklanjuti.

"Ada sekitar 20 orang anggota keluarga yang laporan ke kami dibawa ke dalam pabrik itu," imbuhnya.

Hal itu dilakukan untuk memastikan adanya jasad yang masih tertinggal di lokasi kejadian.

Warga bersikukuh, masih ada lagi jasad korban di dalam pabrik kembang api tersebut.

"Tadi juga sempat bongkar-bongkar puing, tapi tetap tidak ketemu. Sekarang warga sudah merasa tenang karena tidak ada jenazah lagi di dalam pabrik ini," papar Beni. (*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved