Warga Batuan Kaler Keracunan Makanan, 27 Orang Sempat Dirawat di RS Sanjiwani
Informasi yang dihimpun, bahwa ada 27 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yang dirawat.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 27 orang warga Batuan Kaler Sukawati, Gianyar, Bali keracunan makanan. 27 warga itu pun harus dilarikan ke rumah sakit. Di RS Sanjiwani 27 orang itu dirawat oleh tim medis pada Kamis (2/11/2017).
Informasi yang dihimpun, bahwa ada 27 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak yang dirawat.
Untuk 25 orang sudah dipulangkan alias rawat jalan. Sedangkan, 2 korban keracunan makanan masih dirawat intensif.
"Dirawat di Ruang Abimanyu dan Sahadewa," jelas seorang pegawai kepada Tribun Bali.
Dua orang yang masih dirawat itu adalah anak-anak yang mengalami keracunan saat menyantap makanan di Pura atau perayaan Hari Raya Galungan 2017 ini.
Sebelumnya dilaporkan, bahwa keracunan makanan di Pura Penataran Jagat, Banjar Cangi, Desa Batuan Kaler terjadi pada Rabu malam (1/11/2017) yang menyebabkan ratusan orang harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Ida Ayu Made Beji, satu di antara pembungkus makanan, makanan yang dibagikan saat usai ngiring Bhatara Lunga, disiapkan pada pukul 11.00 Wita oleh PKK Banjar Cangi.
Sekitar 1.500 makanan dibagikan kepada para pengiring dari Banjar Cangi, Banjar Blahtanah dan Banjar Sakah pada sore hari sekitar pukul 19.00 Wita.
Makanan disajikan pada wadah tamas (janur yang dibuat berbentuk lingkaran menyerupai piring). Kemudian, atasnya ditutup dengan daun pisang dan dibungkus menggunakan plastik bening.
Menu yang disediakan adalah nasi kuning dengan lauk telur dadar, ayam sisit, sayur kacang panjang dan saur.
Belum diketahui pasti apa penyebab keracunan makanan massal itu. (*)