Berita Banyuwangi

Anas Terpilih Pimpin ISNU Jatim Secara Aklamasi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali terpilih menjadi ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur,

Anas Terpilih Pimpin ISNU Jatim Secara Aklamasi
Istimewa/Surya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kembali dipercaya memimpin ISNU Jatim. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali terpilih menjadi ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) ISNU, di Banyuwangi, Minggu (5/11/2017).

Anas yang juga calon wakil gubernur Jawa Timur tersebut terpilih secara aklamasi dalam konferensi wilayah yang dihadiri ratusan pengurus dan aktivis ISNU se-Jawa Timur. Anas akan kembali menakhodai ISNU Jatim periode 2017-2022.

Sekretaris ISNU Jatim periode 2012-2017, Muhammad Dawud, mengatakan, Anas sebenarnya sudah tidak bersedia kembali dicalonkan.

Namun, karena desakan dari para pengurus dan aktivis ISNU serta permintaan sejumlah tokoh sentral organisasi tersebut, Anas akhirnya hanya bisa pasrah.

“Mas Anas sejak awal memang tidak bersedia dicalonkan kembali, karena kesibukannya yang sudah sangat padat. Selain sebagai pejabat pemerintahan, Mas Anas juga dipercaya sebagai ketua, pengurus, maupun pembina. Apalagi Mas Anas setelah ini juga disibukkan dengan agenda politik di Jawa Timur,” kata dosen IAIN Jember tersebut.

Hanya saja, sambung Dawud, para pengurus dan aktivis ISNU se-Jatim tetap ingin Anas yang memimpin organisasi tersebut.

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah juga secara terbuka berharap Anas kembali memimpin ISNU.

“Ya akhirnya Mas Anas terpilih secara aklamasi,” kata dia.

Anas menyatakan terima kasih atas kepercayaan para pengurus dan anggota, meski dia sebenarnya tidak bersedia dicalonkan kembali.

"Ini sudah keputusan teman-teman, saya ikut saja. Ya kita bareng-bareng nanti bikin program-program. Tugas saya di ISNU adalah memadukan program keagamaan, kebangsaan, dan kerakyatan,” ujarnya.

Anas menggarisbawahi dua titik tekan utama tugas intelektual NU. Pertama, konsisten menjaga keindonesiaan dengan menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah, menghargai perbedaan, dan menebar damai.

“Kedua, membangun ekonomi umat dengan program ekonomi kerakyatan di mana pun para pengurus dan anggota berkiprah. Program kebangsaan dan ekonomi umat harus seiring sejalan, karena sama pentingnya,” imbuh Anas yang juga baru saja ditetapkan sebagai ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Jatim, sayap organisasi dari PDI Perjuangan. (haorrahman)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved