Bali United
Sanksi Komdis PSSI Kado Pahit Bagi WCP? Langsung Pertanyakan Ganjilnya Keputusan Komdis
WCP langsung mengungkapkan kekecewaannya atas sanksi Komdis PSSI yang tentunya sangat merugikan Bali United yang telah berjuang mati-matian
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Keputusan kontroversial Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi telat terhadap Mitra Kukar membuat geram pemain sekaligus jajaran pelatih Bali United.
Berdasarkan surat PSSI no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017, komdis PSSI memutuskan pertandingan ini berakhir untuk kemenangan Bhayangkara FC dengan skor 3-0 atas Mitra Kukar.
Surat yang ditanda-tangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwi Firdaus ini juga memutuskan Mitra Kukar dikenakan sanksi denda sebesar 100 juta Rupiah karena melanggar Pasal 55 Kode Disiplin PSSI.
Hal inipun memantik komentar sang juru taktik Bali United, Widodo C. Putro (WCP) yang biasanya kalem, turut angkat bicara terkait keputusan telat PSSI terhadap Mitra Kukar.
Pelatih yang baru saja berulang tahun ke-47 tahun ini seperti mendapatkan kado pahit jelang akhir kompetisi Liga 1 yang akan memasuki pekan ke-34.
Kepada wartawan Tribun Bali, WCP langsung mengungkapkan kekecewaannya atas sanksi Komdis PSSI yang tentunya sangat merugikan Bali United yang telah berjuang mati-matian dilaga kontra PSM Makassar, Senin (6/11) lalu.
Bahkan iapun mempertanyakan, surat pengiriman Nota Larangan Bertanding (NLB) oleh Komdis PSSI yang tidak pernah sampai ke Mitra Kukar. Hal inilah yang memicu protes keras Bali United terhadap keputusan terlambat Komdis PSSI.
“Katanya, surat sanksi untuk Sissoko dari Komdis tanggal 28 Oktober 2017. Tapi gak ada sampe ke Mitra. Dan ganjil nya lagi, surat NLB Mitra vs Bhayangkara itu tanggal 2 November 2017. Kalo gitu, sudah seharusnya Sissoko ada di NLB kan?,” ungkap WCP kepada Tribun Bali, Rabu (8/11/2017).
Seperti diberitakan sebelumnya yang dilansir dari Bolasport.com, Perjuangan habis-habisan Bali United saat mengalahkan tuan rumah PSM dengan skor tipis 0-1 di Stadion Andi Matalata, Makasar pada Senin (6/10/2017) terasa sia-sia.
Kekecewaan Bali United muncul setelah adanya keputusan terbaru PSSI yang memberikan tambahan 2 poin gratis kepada tim Bhayangkara FC atas pertandingannya melawan Mitra Kukar pada tanggal 3 Nopember lalu.
Keputusan telat PSSI tersebut membuat kubu Bali United merasa sangat kecewa.
Bahkan staf pelatih, ofisial dan beberapa pemain yang ditemui usai latihan Rabu (8/10/2017) pagi di Lapangan Trisakti Legian mengaku marah, resah dan menuding ada konspirasi besar dibalik keputusan tersebut.
"Sudah pasti kami kecewa sekali dengan keputusan PSSI ini. Ada apaan ini?. Kok baru sekarang. Padahal pertandingannya sudah lewat jauh hari. Lah. Masalah Persib saja belum ada keputusannya disangksi atau tidak. Ini malah lebih dahulu soal laga Mitra Kukar dengan Bhayangkara itu." ungkap I Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Bali United.
"Apa ada konspirasi dibalik itu?," tanya Eko Purdjianto, asisten pelatih Bali United yang lain.
Mitra Kukar disanksi komdis PSSI karena memainkan pemain mereka yang terkena akumulasi kartu merah, Mohamed Sissoko pada laga melawan Bhayangkara FC, Jumat (3/11/2017) lalu.
Berdasarkan surat PSSI no 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017, komdis PSSI memutuskan pertandingan ini berakhir untuk kemenangan Bhayangkara FC dengan skor 3-0 atas Mitra Kukar.
Surat yang ditanda-tangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwi Firdaus ini juga memutuskan Mitra Kukar dikenakan sanksi denda sebesar 100 juta Rupiah karena melanggar Pasal 55 Kode Disiplin PSSI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/widodo-cahyono-putro_20170803_120523.jpg)