Wisata Jati Harum Nekat Beroperasi, Satpol PP Tabanan: Siap Seret Ke Ranah Hukum

Sarba menyebutkan, kasus tersebut dilimpahkan ke PPNS karena Satpol PP telah memberikan surat peringatan untuk kali ketiga sekitar dua minggu lalu

Wisata Jati Harum Nekat Beroperasi, Satpol PP Tabanan: Siap Seret Ke Ranah Hukum
Tribun Bali/I Made Argawa
Papan penyegelan yang dikeluarkan oleh Satppol PP Tabanan berada di semak-semak di Jati Harum Luwak Kopi, Banjar Soka Kawan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Jumat (29/9). Tempat usaha tersebut tidak berizin, namun tetap beroperasi. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Membandelnya tempat Wisata Jati Harum Luwak Kopi yang berada di Desa Senganan, Kecamatan Penebel atau di sekitar wilayah Jatiluwih karena tetap beroperasi meskipun berada di jalur hijau akan dibawa ke ranah hukum oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Ia memaparkan kasus tersebut telah ditangani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

"Tim sudah turun, kemungkinan minggu depan akan dipanggil lagi. Dengan ditangani oleh PPNS, kasus ini berlanjut ke ranah hukum, " ujarnya, Rabu (8/11/2017).

Sarba menyebutkan, kasus tersebut dilimpahkan ke PPNS karena Satpol PP telah memberikan surat peringatan untuk kali ketiga sekitar dua minggu lalu agar melakukan penutupan karena berada dalam zona jalur hijau.

"Kami jalankan sesuai aturan, jika membandel proses hukum yang berjalan, " ujarnya saat ditemui di kantornya.

Tempat wisata Jati Harum Luwak Kopi sempat disidak oleh anggota DPRD Tabanan pada 29 September 2017 bersama tim yustisi.

Dari hasil sidak itu diketahui Jati Harum Luwak Kopi tidak berizin karena berada di jalur hijau serta diarahkan untuk ditutup.

Namun, hingga Hari Raya Manis Galungan (2/11) tempat wisata itu masih beroperasi seperti biasa.

Sarba menyebutkan membandelnya pengelola Jati Harum Luwak Kopi karena mendapatkan dukungan dari pihak adat serta diketahui oleh Perbekel Desa Senganan, I Wayan Sukanata.

Manajer Jati Harum Luwak Kopi, Ni Putu Ani Widiastari yang sempat dihubungi mengatakan tempatnya bekerja masih beroperasi seperti biasa hingga Rabu (8/11).

"Kami masih buka seperti biasa, " ujarnya.

Saat disinggung perihal sidak yang sempat dilakukan DPRD Tabanan dan tim yustisi, Ia mengatakan setelahnya ada surat dari Satpol PP ditujukan kepada Perbekel dan pemilik Jati Hatum Luwak Kopi. "Isinya saya kurang tahu," terangnya.

Selain itu, pihak Desa Pakraman Soka di Desa Senganan, Penebel mengirimkan surat permohonan untuk melakukan revisi terhadap Perda Jalur Hijau Nomor 6 tahun 2016 agar wilayah di perbatasan Desa Pakraman Soka dan Desa Pakraman Gunung Sari dikeluarkan dari kawasan jalur hijau sehingga bisa dimanfaatkan untuk kawasan pariwisata penunjang Jatiluwih kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tertanggal 28 Oktober 2017. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved