Tandai Operasional Kantor Baru, Alfamart Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Sekolah

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang membawahi Alfamart Cabang Bali, menyerahkan bantuan sembako dan peralatan sekolah

Tandai Operasional Kantor Baru, Alfamart Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Sekolah

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang membawahi Alfamart Cabang Bali, menyerahkan bantuan sembako dan peralatan sekolah, Kamis (9/11/2017).

Penyerahan bantuan tersebut menandai grand opening (GO) kantor dan gudang baru yang berada di Jl By Pass IB Mantra, Lingkungan Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Sebanyak 50 paket sembako terdiri dari minyak goreng, gula, beras, mi goreng, teh, kopi dan margarin tersebut diserahkan ke pemangku adat dan lansia yang berada di wilayah Tulikup atau sekitar kantor cabang Alfamart yang baru.

Selain itu juga diserahkan 75 paket perlengkapan sekolah untuk pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Tulikup.

Paket perlengkapan sekolah tersebut terdiri dari tas, seragam, alat tulis dan buku.

Dalam grand opening itu sejumlah direksi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk terlihat hadir diantaranya Solihin, direktur corporate affair, Madi Mahruf, direktur operasional, serta Iwan Kartono, direktur supply dan distribusi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Menurut Solihin, keberadaan kantor dan gudang baru Alfamart tersebut merupakan upaya perusahaan dalam pengembangan usaha bisnisnya.

"Tentunya sekaligus untuk menjawab tantangan dan dinamika yang berkembang dari  kantor dan gudang lama yang berada di Jl Galunggung Ubung Kaja Denpasar," kata Solihin, Kamis (9/11/2017).

Dan yang paling penting lanjut dia keberadaan kantor dan gudang tersebut merupakan upaya perusahaan dalam melayani konsumen secara lebih optimal.

Branch Manager Alfamart Bali, Yudi Sobari, mengapresiasi karyawan maupun jajaran head department baik di cabang maupun head office yang saling bahu membahu selama persiapan hingga grand opening kantor dan cabang Alfamart di Siyut.

Namun begitu ujar dia tantangan bisnis ritel ke depan tidaklah ringan. Usaha ritel dituntut kerja cepat, kreatif dan inovatif.

"Hal itu tidak terlepas dari pengaruh derasnya arus globalisasi," tambah Yudi. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved