Citizen Journalism

Mengapa Saya Tidak Sepakat dengan Prof. Rhenald Kasali?

Saya merasa ada yang kurang lengkap dari pemaparan Prof Rhenald yang akhirnya bikin banyak orang ketakutan dan salah paham tentang era disruption

Mengapa Saya Tidak Sepakat dengan Prof. Rhenald Kasali?
kompas.com/pramdia arhando julianto/istimewa
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof Renald Kasali, saat peluncuran buku "Disruption" beberapa waktu silam.Inzet: Ahmad Faiz Zainuddin. 

Oleh Ahmad Faiz Zainuddin

TRIBUN-BALI.COM- Akhir-akhir ini saya sering dapat broadcast WA (WhatsApp), postingan Facebook, dan pembicaraan simpang siur yang isinya adalah semacam peringatan bahkan ancaman tentang bahaya “Era Disruption”.

Terakhir bahkan ada seorang penulis yang mungkin karena semangat sekali, menyatakan bahwa saking mengkhawatirkannya era disruption ini “bisa membuat anak cucu kita mati berdiri sambil memeluk kitab suci yang entah akan menolong dengan cara apa”.

Maka, saya terpaksa bikin tulisan ini, walaupun sedang musim ujian di program MBA saya di UK dan USA.

Setelah saya lacak, histeria dan demam disruption ini sepertinya salah-satunya berawal dari buku, ceramah dan tulisan-tulisan Prof. Rhenald Kasali, guru besar Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI), dan salah satu world management guru, khususnya di bidang change management atau manajemen perubahan.

Saya sangat setuju dan menghormati beliau sebagai salah satu tokoh penggerak perubahan yang saya kagumi dan ikuti tulisan-tulisannya. Dan sampai saat ini pun saya masih menghormati beliau.

Tulisan ini sama sekali nothing personal, hanya sekadar perimbangan wacana saja agar perspektif kita lebih utuh untuk menyikapi gegap gempita demam “Disruption Era” yang salah kaprah.

Saya merasa ada yang kurang lengkap dari pemaparan beliau yang akhirnya bikin banyak orang ketakutan dan salah paham.

Banyak orang awam yang akhirnya jadi panik nanti masa depan anak-anaknya bagaimana jika pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang bakal lenyap.

Banyak eksekutif perusahaan jadi panik jangan-jangan mereka akan jadi korban disruption berikutnya dan akhirnya tergopoh-gopoh mau bertindak tapi jadi mati gaya karena bingung entah mau melakukan apa.

Halaman
1234
Editor: Aloisius H Manggol
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved