Gunung Agung Terkini

31 Penerbangan AirAsia Group Beroperasi Namun Putuskan Take Off Pada Waktu Ini, Begini Alasannya

Maskapai AirAsia mulai mengoperasikan normal penerbangannya baik dari maupun menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (1/12/2017)

31 Penerbangan AirAsia Group Beroperasi Namun Putuskan Take Off Pada Waktu Ini, Begini Alasannya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pesawat AirAsia saat di Bandara Ngurah Rai, Badung. Rabu (7/1/2015). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Maskapai AirAsia mulai mengoperasikan normal penerbangannya baik dari maupun menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (1/12/2017) sesuai jadwal.

Head of Corporate Secretary and Communications AirAsia Indonesia, Baskoro Adiwiyono mengatakan untuk hari ini dijadwalkan terdapat 31 penerbangan AirAsia Group dari dan menuju Bali baik domestik maupun internasional.

Namun 31 penerbangan yang dijadwalkan tersebut merupakan penerbangan siang hari, hal tersebut guna menghindari sebaran abu vulkanik.

Pesawat AirAsia di Bandara Juanda, Surabaya.
Pesawat AirAsia di Bandara Juanda, Surabaya. (KOMPAS IMAGES)

Seperti diberitakan sebelumnya, maskapai AirAsia saat ini mengoperasikan sejumlah penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali hanya pada siang hari saja.

“Hal ini kami lakukan dikarenakan abu vulkanik yang tidak dapat terlihat dalam kegelapan, sehingga pilot kami tidak dapat mendeteksi adanya pergeseran awan abu di malam hari karena kondisi angin yang tidak dapat diprediksi di daerah tersebut,” jelas Director of Flight Operations Grup AirAsia, Adrian Jenkins.

Adrian menyampaikan dalam memutuskan penerbangan mana yang akan dioperasikan, kami mendasarkan atas dua pertimbangan.

Yakni prakiraan arah abu vulkanik dan prakiraan cuaca dari dua vendor internasional terkemuka, serta pemberitahuan dan imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Hal ini guna memastikan keselamatan para penumpang dan awak kabin kami, serta untuk meminimalkan kemungkinan gangguan layanan.

Pesawat Airasia di Bandara Ngurah Rai, Senin (27/11/2017).
Pesawat Airasia di Bandara Ngurah Rai, Senin (27/11/2017). (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Seperti pembatalan penerbangan yang mendadak atau pengalihan pendaratan (divert), yang dapat timbul akibat pergerakan abu vulkanik.

Sebelumnya, penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kian kondusif pasca dilakukan penutupan dan dibuka kembali sejak Rabu lalu (29/11/2017).

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved