Gunung Agung Terkini

Aparat Jaga Ketat 60 Titik Pintu Masuk Gunung Agung, Kapolda Perintahkan Ini Kepada Kapolsek Selat

Terlebih, beberapa hari lalu sempat beredar video di media sosial yang menunjukkan ada warga yang masih nekat untuk mendaki ke gunung Agung.

Aparat Jaga Ketat 60 Titik Pintu Masuk Gunung Agung, Kapolda Perintahkan Ini Kepada Kapolsek Selat
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Komandan Korem Wirasatya Kolonel Arh Gede Widiana dan Wakapolda Bali Brigjen Pol Gede Alit Widana ketiga berkunjung ke Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Jumat (1/12) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Korem 163 Wirasatya melakukan langkah  antisipasi bagi masyarakat atau wisatawan yang masih nekat untuk masuk ke zona kawasan rawan bencana erupsi gunung Agung.

Terlebih, beberapa hari lalu sempat beredar video di media sosial yang menunjukkan ada warga yang masih nekat untuk mendaki ke gunung Agung.

" Kami Korem 164 Wirasatya sudah memetakan dan menjaga ketat 60 titik yang menjadi pintu masuk menuju gunung Agung. Setiap titik ada 4-5 personel kita yang akan berjaga selama 24 jam," tegas Komandan Korem Wirasatya Kolonel Arh Gede Widiana, Jumat (1/12)

Erupsi Gunung Agung dan Presiden Joko Widodo.
Erupsi Gunung Agung dan Presiden Joko Widodo. (Kolase Tribun Bali)

Secara keseluruhan, Korem 163  Wirasatya telah menyiagakan 1100 personel untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika gunung Agung mengalami erupsi eksplosif.

285 personel akan fokus melakukan tugas di Karangasem, dibantu sementara sisanya di daerah lain seperti Klungkung, Bangli, dan Buleleng yang menjadi wilayah penerima pengungsi terdampak erupsi gunung Agung.

" Beberapa hari lalu kami memang menerima laporan dari bawah, jika ada pengungsi yang kekurangan tenda.  Kami sudah komunikasikan ke Pemda  dan BNPB, semoga sudah ditindak lanjuti. Kami juga himbau ke masyarakat untuk tidak sekali-kali memasuki kawasan rawan, karena sudah jelas intruksi presiden jika tidak boleh ada korban jiwa dalam peristiwa erupsi gunung Agung ini," jelasnya.

Sementara Kapolda Bali, Irjen Petrus R Golose dan jajarannya juga sempat melakukan penyisiran ke beberapa wilayah di KRB III erupsi gunung Agung seperti desa Sebudi dan sekitarnya.

Hal tersebut untuk memastikan agar seluruh wilayah KRB sudah steril dari aktivitas warga.

" Pada saat ini saya dan jajaran lakukan pengecekan, apakah KRB III benar-benar  sudah steril? Sesuai arahan presiden, peristiwa erupsi gunung Agung ini untuk zero insiden atau tidak ada korban jiwa. Jadi kita harus cek dan ricek terus," jelas Petrus R Golose.

Dalam tinjauannya tersebut, Petrus R Golose sempat meminta Kapolsek Selat, AKP I Made Sudartawan dan jajarannya untuk terus bersiaga di kantor Polsek Selat.

Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu
Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Menurut Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terdapat dua lubang didalam kawah yang menghasilkan asap tebal berwarna putih dan asap pekat berwarna kelabu (Tribun Bali / Rizal Fanany)
Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved