Survey Menunjukkan Bahwa Anies Baswedan Cawapres Potensial Prabowo
Pada simulasi 12 nama dengan nama-nama yang disajikan surveyor, nama Anies Baswedan tetap berada di urutan teratas, dengan 11,8 persen.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA --- Dalam survei Indo Barometer, Gubernur DKI Jakarta, nama Anies Baswedan muncul sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dengan elektabilitas tertinggi.
Hal itu diketahui melalui survei yang digelar Indo Barometer, terhadap 1200 responden di 34 provinsi pada 15-25 November lalu, dengan metode multistage random sampling.
Pada survei mengena Calon Wakil Presiden denga pertanyaan terbuka, nama Anies Baswedan muncul pada urutan pertama, dengan elektabilitas mencapai 10,5 persen.
Di bawahnya pada posisi kedua terdapat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan nilai yang sama, yakni 9,6 persen, lalu diikuti oleh Gatot Nurmantyo dengan 9,6 persen.
Pada simulasi 12 nama dengan nama-nama yang disajikan surveyor, nama Anies Baswedan tetap berada di urutan teratas, dengan 11,8 persen.
Diikuti oleh AHY yang merupakan saingan Anies di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 dengan 10,3 persen, Gatot Nurmantyo yang masih menjabat Panglima TNI dengan elektabilitas 7,3 persen, serta Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung dengan 7,3 persen.
Anies Baswedan adalah Gubernur DKI Jakarta, yang diusung oleh Partai Gerindra.
Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prabowo Subianto, digadang-gadang akan maju sebagai Calon Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
Dalam simulasi 4 nama Cawapres untuk Prabowo Subianto melalui pertanyaan tertutup, Nama Anies Baswedan berada di urutan teratas, dengan 22,5 persen.
Pada posisi kedua terdapat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, dengan 4,2 persen, lalu Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan 0,1 persen.
Pada simulasi empat pasangan untuk Prabowo, pasangan Prabowo - Anies berada di urutan pertama dengan 31,7 persen. Sementara pasangan Prabowo - Sohibul hanya mendapat 16,3 persen, dan Prabowo Zulkifli Hasan hanya mendapat 4,1 persen.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, dalam acara pemaparan hasil survei Indo Barometer, di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017), mengatakan partainya sudah hampir pasti mengusung Prabowo sebagai Calon Presiden, namun untuk pendamping mantan Danjen Kopassus TNI AD itu, partai tentu harus berkonsultasi dengan partai-parati lain di koalisi.
"Kalau bicara Cawapres, saya kita Gerindra nanti perlu misalnya dengan calon-calon mitra koalisi, untuk membicarakan dan duduk bersama," ujarnya.
Pada dasarnya Partai Gerindra sebagai pengusung utama pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno pada Pilpres DKI Jakarta 2017, berharap pasangan tersebut bisa menyelesaikan masa baktinya selama lima tahun, dan bisa terus menjalankan program-program pembangunan ibukota.
"Sementara ini saya kira mungkin yang dilakukan saja dulu, apa yang pembenahan itu. Kita juga tidak ingin DKI itu hanya sekedar batu loncatan, seperti sebelum-sebelumnya," ujar Fadli Zon.
Namun demikian ia tidak bisa memastikan, apakah partainya nanti tidak akan mengambil keputusan untuk menggaet Anies yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu, sehingga harus meninggalkan jabatan Gubernur DKI Jakarta, seperti yang pernah dilakukan Joko Widodo.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anies_20171016_175547.jpg)