Sepanjang 2017, 253 Anak di Bali Berhadapan Dengan Hukum, Ini Yang Paling Sering Terjadi

Hingga saat ini tidak jelas tindaklanjutnya, karena menurut KPPAD Bali tidak satupun kasus itu bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

Sepanjang 2017, 253 Anak di Bali Berhadapan Dengan Hukum, Ini Yang Paling Sering Terjadi
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM , DENPASAR – Sepanjang tahun 2017 hingga bulan Desember ini, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali  mencatat ada 253 kasus anak yang berhadapan dengan hukum baik sebagai korban ataupun pelaku.

Data ini didapatkan KPPAD berdasarkan hasil pemantauan media massa.

Dari Jumlah tersebut, 137 atau 54% anak bertindak sebagai pelaku tindak pidana sedangkan 116 atau 46% lainnya, anak sebagai korban tindak kejahatan.

Adapun anak sebagai korban ini kekerasan seksual sebanyak 42 anak, sedangkan anak sebagai pelaku didominasi oleh anak sebagai pelaku pencurian sekitar 68 anak dan anak terlibat geng motor sekitar 32 anak.

Menurut Komisioner KPPAD Bali, Ni Luh Gede Yastini, salah satu fokus kerja KPPAD pada tahun 2017 adalah upaya meminimalisir anak yang terlibat kejahatan di jalanan.

“Kami melakukan mendorong adanya kebijakan yang bisa mensinergikan berbagai unsur untuk meminimalisir anak terlibat kejahatan di jalanan,”ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Kamis (21/12/2017).

Dan pada bulan Oktober 2017 sudah dikeluarkan Surat Edaran Gubernur tentang Gerakan Pengawasan Intensif Aktivitas Anak Jalanan dan Anak di Jalanan.

Menurutnya, hal lain yang juga patut diapresiasi, karena di tahun 2017 ini  desa adat juga memberikan perhatian yang serius terhadap perlindungan anak.

Dalam hasil Pesamuhan Agung Majelis Desa Pekraman disepakati pula adanya perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, korban eksploitasi ekonomi, pendidikan dan usia perkawinan.

Di sisi lain dalam kurun waktu 2017, hingga akhir tahun ini kasus pembuangan bayi juga terjadi sebanyak 10 kasus.

Dan hingga saat ini tidak jelas tindaklanjutnya, karena menurut KPPAD Bali tidak satupun kasus itu bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

“Kasus pembuangan bayi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan, semoga di tahun 2018 kepolisian bisa mengungkapkan kasus pembuangan bayi ini sehingga bisa diketahui akar persoalan dan ditemukan solusi yang komprehensif dalam upaya perlindungan anak.,” tandas Yastini (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved