Melarat di Pulau Surga

Gubuk Roboh Ditiup Angin, Keluarga Di Buleleng Ini Bersyukur Beras 3 Kg Masih Utuh

Air matanya pun menetes ketika mengetahui gubuk sederhana mereka telah roboh disapu angin kencang.

Gubuk Roboh Ditiup Angin, Keluarga Di Buleleng Ini Bersyukur Beras 3 Kg Masih Utuh
Tribun Bali / Ratu Ayu Astri Desiani
Putu Erik Yudiastika saat menunjukkan kondisi gubuknya yang roboh akibat diterjang angin kencang, Kamis (21/12/2017) sore. 

"Syukur sekali berasnya tidak tumpah. Setelah angin mereda, saya kembali ke rumah dan mengambil beras itu," ungkapnya lirih.

Musibah ini baru diketahui oleh Putu Erik pada Rabu sore, sepulangnya dari Tabanan.

Air matanya pun menetes ketika mengetahui gubuk sederhana mereka telah roboh disapu angin kencang.

Pasalnya, meski terbuat dari material seadanya, gubuk itu ia bangun dari hasil keringatnya sendiri sebagai buruh bangunan.

"Gubuk ini saya bangun setelah saya menikah, sekitar dua tahun yang lalu di atas tanah pemberian kakek saya," jelasnya.

Sebelum menikah, Erik tinggal di rumah kakeknya, Gede Suara (80).

Sejak sang ayahnya meninggal, ibunya pergi meninggalkan Erik dan menikah bersama pria lain.

Oleh karena itu, sang kakek yang menghidupi pria bertubuh gempal ini sejak kecil.

"Kakek beli tanah lima are, nah satu arenya itu dikasih buat saya untuk bangun rumah. Kakek kasihan kepada saya karena sudah berkeluarga. Sembari menunggu perbaikan, kami terpaksa mengungsi di rumah kakek dulu," terang pria yang tidak sempat mengenyam pendidikan itu.

Sementara itu, Kepala Dusun Gunung Sekar Komang Renten mengatakan, bantuan sudah diberikan secara langsung oleh pihak BPBD Buleleng pada Kamis (21/12/2017) sekira pukul 10.00 Wita kepada pasutri malang tersebut.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved